Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Tergantung, Kaki Menyentuh Tanah

Makassar, IDN Times - Seorang pria paruh baya ditemukan tewas tergantung di pintu rumahnya, di Jalan Dg Tantu Lorong 5, Kecamatan Tallo Kota Makassar, Kamis (17/10/2024). Dari indentitasnya, korban diketahui bernama Jalaluddin (56).
Pantauan di lokasi, korban tergantung dengan seutas tali warna oranye. Korban mengenakan kaos hijau celana pendek dengan kaki korban terlihat menyentuh tanah dengan darah keluar di hidungnya.
Warga dibuat geger setelah mengetahui adanya seorang pria paruh baya tergantung di sekitar tempat tinggalnya. Karena penasaran, banyak warga datang mendekat untuk melihat lebih dekat kondisi korban.
1. Keluarga korban menangis histeris

Tim Inafis Polrestabes Makassar bersama Dokpol Polda Sulawesi Selatan terlihat berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara seorang perempuan bernama Wahidah, keponakan korban terlihat menangis histeris melihat pamannya telah terbujur kaku dengan seutas tali di leher korban.
Sempat terjadi perdebatan antara keluarga korban, yakni Wahidah dan Indar yang merupakan keponakan sekaligus yang tinggal bersama korban. Mereka menolak pamannya diautopsi lantaran merasa kasihan.
2. Cucu korban meminta jenazah diautopsi

Sedangkan cucu korban yakni Putria bersikeras meminta pihak kepolisian untuk melakukan autopsi terhadap mayat pamannya. "Tidak wajar kematiannya, janggal sekali karena talinya kecil sekali terus kakinya sampai di tanah," ucap Putria kepada IDN Times di lokasi.
Dia ingin mayat korban diautopsi agar penyebab kematian bisa terang benderang. Apakah memang gantung diri atau memang sengaja digantung.
"Percuma juga dikuburkan kalau hati ta' tidak tenang, kita tidak mau berasumsi tapi bagus kalau diautopsi biar jelas apa penyebabnya," ucap dia.
3. Polisi selidiki penyebab kematian korban

Sementara itu, Kanit Res Polsek Tallo, Iptu Saiful Basir mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh keponakannya atas nama Indar sekitar Pukul 09:15 Wita. "Pas ditemukan sudah dalam posisi tergantung di depan pintu," ucap Saiful.
Mengenai penyebab korban meninggal dunia, apakah gantung diri atau sengaja digantung. Saiful menuturkan untuk sementara pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Belum bisa dipastikan, kita masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Belum diketahui (ada kejanggalan atau tidak), nanti setelah diperiksa oleh Dokkes dan Inafis baru bisa diketahui (penyebabnya)," bebernya.
Dia menambahkan, untuk gelar autopsi terhadap korban, pihaknya masih menunggu keputusan dari pihak keluarga korban. "Sementara pihak keluarga berembuk apakah dilakukan atau tidak. Saat ini mayat korban dibawa ke RS Bhayangkara," kata dia.


















