Polisi Tangkap 7 Pemuda Usai Tawuran Geng Motor di Makassar

Makassar, IDN Times - Polisi menangkap tujuh pemuda usai membubarkan aksi tawuran besar yang melibatkan ratusan anggota geng motor di Jalan Inspeksi Kanal, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sabtu (9/5/2026) dini hari.
Lima dari tujuh yang diamankan diketahui masih berstatus pelajar, sementara dua lainnya bekerja sebagai barista dan tukang bengkel.
1. Diduga melibatkan sekitar 200 orang

Aksi yang diduga melibatkan sekitar 200 orang itu terungkap setelah adanya laporan warga terkait rencana tawuran di depan Kampus Universitas Bosowa, Jalan Urip Sumoharjo. Tim gabungan Polsek Panakkukang bersama Tim Trisula Polrestabes Makassar langsung bergerak ke lokasi.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, mengatakan saat petugas tiba, ratusan pemuda telah berkumpul di sekitar lapangan samping kanal. Namun, mereka langsung melarikan diri saat melihat kedatangan polisi.
“Mereka berhamburan masuk ke lorong, meninggalkan sepeda motor serta menjatuhkan senjata yang dibawa,” ujarnya kepada awak media, Sabtu.
2. Geng motor bernama Trobos

Inisial tujuh pemuda yang diringkus MH (17), MF (20), MFM (15), FHM (16), MS (16), MFR (18), dan S (14). Seluruhnya kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Panakkukang.
Hasil pemeriksaan sementara mengungkap, para pemuda tersebut datang ke lokasi setelah mendapat ajakan melalui telepon dan pesan singkat untuk melakukan “COD Fight” bersama kelompok geng motor lain.
Salah satu di antaranya juga mengaku sempat mengonsumsi minuman keras bersama kelompok bernama TROBOS sebelum bentrokan terjadi.
Selain mengamankan pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, di antaranya satu bom molotov, tiga ketapel pelontar busur, empat anak panah, satu badik, tiga parang panjang, satu samurai, serta 22 unit sepeda motor.
3. Sebut tak ada korban jiwa

Namun, polisi menegaskan barang bukti tersebut merupakan hasil penyisiran di tempat kejadian perkara, bukan ditemukan langsung dari tangan para pemuda yang diamankan.
“Ada beberapa barang bukti yang kita dapatkan di TKP, namun bukan didapat dari pelaku. Karena kemungkinan barang bukti ini dibuang oleh para pelaku,” tuturnya.
Saat ini, polisi masih mendalami keterlibatan kelompok geng motor lainnya, termasuk menelusuri motif serta rekaman CCTV di sekitar lokasi. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut berkat respons cepat petugas.
“Kalau ini tidak ada korban jiwa karena cepat dari kita, dari Polsek Panakkukang bekerja sama Tim Trisula turun cepat sehingga tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan,” tandasnya.



















