Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polisi Selidiki Kasus Penganiayaan Pengunjung Kafe di Makassar

Polisi Selidiki Kasus Penganiayaan Pengunjung Kafe di Makassar
Tangkapan layar video pemukulan pengunjung kafe di Makassar pada aksi boikot, Sabtu (8/6/2024). (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Kasus dugaan penganiayaan pengunjung gerai kopi Starbucks di Makassar sedang diselidiki oleh kepolisian.
  • Sweeping kafe di Makassar dilakukan oleh sekelompok orang bersorban dan berpeci yang membawa bendera Palestina.
  • Kapolrestabes Makassar mengimbau masyarakat untuk tertib dalam menyampaikan pendapat di muka umum dan tidak melanggar aturan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Kepolisian menyelidiki kasus dugaan penganiayaan pengunjung gerai kopi Starbucks di Makassar. Kejadian ini sempat viral di media sosial. Korban mengalami luka di pelipis mata.

Video aksi sweeping kafe di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar terjadi pada Jumat (07/06/2024). Dalam video itu sweeping dilakukan oleh sekelompok orang bersorban dan berpeci. Mereka juga membawa bendera Palestina.

1. Polisi selidiki pelaku

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib. IDN Times/Dahrul Amri Lobubun
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib. IDN Times/Dahrul Amri Lobubun

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengatakan pihaknya dalam hal ini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) tengah melakukan penyelidikan usai mendapat laporan dari korban.

“Saya lupa identitas korban. Sekarang sedang ditangani di Reskrim.,” kata Ngajib kepada IDN Times, Senin (10/06/2024).

2. Mulanya aksi berlangsung damai

Kapolrestabes mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dalang dibalik aksi tersebut. Dia belum mau menyebut bahwa aksi ini dilakukan oleh ormas ataupun mahasiswa.

Namun, dari laporan yang diterima awalnya massa aksi hanya melakukan orasi di beberapa gerai makanan dan minuman yang diduga berafiliasi dengan Israel, di antaranya seperti KFC, McDonald's, dan Pizza Hut. “Sampai ada tindakan anarkis menggeruduk masuk dan meminta pengunjung untuk pergi dari tempat-tempat itu. Yah seperti di video,” kata Ngajib.

3. Polisi minta masyarakat tak anarkistis saat sampaikan pendapat di muka umum

Kapolrstabes Makassar Kombes M Ngajib memberikan arahan kepada aparat kepolisian yang mengawal demonstrasi Hari Pendidikan Nasional di Makassar, Kamis (2/5/2024). (Dok. Polrestabes Makassar)
Kapolrstabes Makassar Kombes M Ngajib memberikan arahan kepada aparat kepolisian yang mengawal demonstrasi Hari Pendidikan Nasional di Makassar, Kamis (2/5/2024). (Dok. Polrestabes Makassar)

Korban kata Ngajib mengalami luka di bagian pelipis mata kiri diduga akibat pukulan salah satu massa aksi. “Ini yang kami selidiki dulu Mas,” ucapnya.

Dia meminta kepada masyarakat yang hendak menyampaikan pendapat di muka umum selalu mematuhi peraturan dan menjaga norma-norma kesopanan. “Mulai dari pemberitahuan sampai pelaksanaan garud tertib dan tidak menyalahi aturan,” ucapnya.

Dia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan pandang bulu ketika terjadi tindakan melanggar hukum. “Bila melanggar aturan akan dilakukan tindakan tegas proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” Ngajib menambahkan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More