Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PLN Terangi 80 Dusun Terpencil di Sulawesi Barat

PLN Terangi 80 Dusun Terpencil di Sulawesi Barat
PLN menerangi 80 dusun di daerah terpencil pada enam kabupaten di Sulawesi Barat. Sebanyak 594 keluarga kini menikmati listrik 24 jam. (Dok. PLN UID Sulselrabar)

Makassar, IDN Times - Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyediakan jaringan listrik pada 80 desa di daerah terpencil di Sulawesi Barat. Sebanyak 594 keluarga di daerah itu bisa mulai menikmati listrik 24 jam setiap hari.

PLN melistriki dusun terpencil yang tersebar di enam kabupaten. Masing-masing, Kabupaten Mamuju, Majene, Mamasa, Mamuju Tengah, Pasangkayu, dan Polewali Mandar.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan (UP2K) Provinsi Sulawesi Barat Ruli Rizaluddin mengatakan, upaya menerangi desa terpencil merupakan komitmen negara menyediakan layanan listrik yang andal. Diharapkan tersedianya listrik bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Ini adalah bukti nyata komitmen PLN untuk menyediakan layanan listrik yang andal dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Kami berharap bahwa kehadiran listrik ini akan membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, serta membuka peluang baru untuk pengembangan ekonomi lokal,” kata Ruli dalam keterangan persnya, Jumat (8/3/2024).

1. Medan berat di pedalaman jadi tantangan

PLN menerangi 80 dusun di daerah terpencil pada enam kabupaten di Sulawesi Barat. Sebanyak 594 keluarga kini menikmati listrik 24 jam. (Dok. PLN UID Sulselrabar)
PLN menerangi 80 dusun di daerah terpencil pada enam kabupaten di Sulawesi Barat. Sebanyak 594 keluarga kini menikmati listrik 24 jam. (Dok. PLN UID Sulselrabar)

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) M. Andy Adchaminoerdin mengatakan, tidak mudah mengalirkan listrik di dusun terpencil di Sulawesi Barat. Petugas perlu berjibaku dengan medan berat di daerah pedalaman.

Salah satu contohnya, untuk melistriki Dusun Pakkarawaang, Desa Kalonding, di Kecamatan Sambaga. Petugas PLN harus melalui medan dan sungai yang cukup ekstrem dan menempuh jarak 77 km dari Kabupaten Mamuju untuk memobilisasi material.

Dalam menyalurkan listrik ke 80 dusun tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 135,71 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 97,13 kms, serta 101 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 6.300 kilo Volt Ampere (kVA).

“Tantangan tersebut tidak menjadi penghalang bagi petugas PLN dalam melistriki dusun. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah setempat bersama masyarakat yang turut membantu petugas PLN dalam hal mobilisasi material," ucap Andy.

2. Hadirnya listrik membuka peluang baru untuk pengembangan usaha masyarakat desa

default-image.png
Default Image IDN

Hadirnya listrik pada 80 dusun di Sulbar ditandai penyalaan simbolis, Jumat. Acara seremonial itu dihadiri Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Bara Sitti Suraedah Suhardi, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan.

Kehadiran listrik ini pun disyukuri oleh masyarakat di Kab Mamuju. Warga Dusun Pakkarawaang, Hariyanto mengungkapkan kehadiran listrik di Dusun sudah dinantikan warga sejak lama.

"Kami sangat bersyukur atas kehadiran listrik ini di desa kami. Ini akan membawa perubahan besar bagi kehidupan kami sehari-hari dan membuka peluang baru untuk pengembangan usaha kami,” ujar Hariyanto.

3. Diharapkan bisa berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat

PLN menerangi 80 dusun di daerah terpencil pada enam kabupaten di Sulawesi Barat. Sebanyak 594 keluarga kini menikmati listrik 24 jam. (Dok. PLN UID Sulselrabar)
PLN menerangi 80 dusun di daerah terpencil pada enam kabupaten di Sulawesi Barat. Sebanyak 594 keluarga kini menikmati listrik 24 jam. (Dok. PLN UID Sulselrabar)

Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi mengapresiasi upaya PLN melistriki daerah terpencil. Apalagi upaya itu mesti melalui berbagai rintangan.

Sitti menambahkan manfaat dari akses listrik yang stabil dan terjangkau tidak hanya terbatas pada penerangan rumah-rumah. Melainkan juga membawa dampak yang luas dalam meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Sitti Suraedah Suhardi turut menyambut baik hadirnya listrik di dusun Sulawesi Barat. “Kami ucapkan terima kasih kepada PLN yang sudah menerangi warga di daerah pelosok, masuknya listrik adalah simbol kemerdekaan sebuah daerah,” ujar Suraedah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Penolakan PSEL di Tamalanrea Menguat, Warga Minta Lokasi Proyek Dikaji

13 Mei 2026, 16:21 WIBNews