Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pinrang, Maros, hingga Selayar Jadi Daerah Terbaik dalam Layanan Haji 2026

Pinrang, Maros, hingga Selayar Jadi Daerah Terbaik dalam Layanan Haji 2026
Kedatangan jemaah haji Kloter 43 di Asrama Haji Sudiang, Rabu (1/7/2026). (Dok. PPIH Embarkasi Makassar)
Intinya Sih
  • Kemenhaj Sulsel beri penghargaan kepada lima kabupaten terbaik dalam penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Sudiang Makassar.
  • Pinrang, Maros, Bantaeng, Selayar, dan Soppeng unggul di kategori berbeda seperti dokumen, pembinaan jemaah, pelaporan keuangan, kinerja APBN, hingga pelayanan jemaah.
  • Pimpinan Kemenhaj Maros dan Soppeng menegaskan penghargaan ini hasil kerja kolektif seluruh tim serta kolaborasi lintas pihak untuk meningkatkan kualitas layanan haji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan memberikan penghargaan kepada lima Kantor Kementerian Haji dan Umrah kabupaten di Sulawesi Selatan atas capaian kinerja dalam penyelenggaraan ibadah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Sulsel, Muflihuddin Syam, dalam agenda Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Embarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (1/7/2026).

Kelima daerah yang menerima penghargaan dinilai unggul dalam sejumlah kategori, mulai dari penyelesaian dokumen, pembinaan jemaah, pelaporan keuangan, kinerja APBN, hingga pelayanan jemaah haji.

1. Lima daerah raih penghargaan kategori berbeda

Kemenhaj Sulsel beri penghargaan kepada lima Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. (Dok. Kemenhaj S
Kemenhaj Sulsel beri penghargaan kepada lima Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. (Dok. Kemenhaj Sulsel)

Kemenhaj Kabupaten Pinrang meraih penghargaan dalam kategori penyelesaian dokumen haji. Penghargaan ini diberikan atas kecepatan dan keakuratan dalam penyelesaian dokumen persiapan keberangkatan jemaah, termasuk penerbitan paspor, penyelesaian perbedaan data, hingga kelengkapan dokumen untuk proses visa.

Sementara Kemenhaj Kabupaten Maros mendapat penghargaan kategori pembinaan haji. Penilaian didasarkan pada inovasi dan intensitas pembinaan manasik kepada jemaah, mulai dari jumlah pertemuan, materi bimbingan, hingga keterlibatan berbagai pihak.

Kemenhaj Kabupaten Bantaeng meraih penghargaan kategori pelaporan keuangan PAOH karena dinilai memiliki pelaporan keuangan lengkap, cepat, dan realisasi anggaran yang tinggi.

2. Selayar dan Soppeng unggul di APBN serta pelayanan jemaah

IMG-20260521-WA0175.jpg
Kloter 43 sebagai kloter terakhir pemberangkatan jemaah calon haji Embarkasi Makassar 1447 H/2026 M di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis (21/5/2026) dini hari. (Dok. Kemenhaj Sulsel)

Kemenhaj Kabupaten Kepulauan Selayar mendapat penghargaan kategori Kinerja APBN. Penilaian didasarkan pada tingkat penyerapan anggaran dan konsistensi antara rencana penarikan dana dengan realisasi di lapangan.

Sedangkan Kemenhaj Kabupaten Soppeng meraih penghargaan kategori pelayanan jemaah haji. Penghargaan itu diberikan atas penerapan standar pelayanan yang dinilai terbaik berdasarkan survei kepuasan jemaah dan masyarakat.

“Dasar penilaian dokumen terbaik yakni penyelesaian Dokumen jemaah tercepat yakni (verifikasi data, paspor, penyusunan kloter, dan pengisian kuota),” terang Muflihuddin.

3. Maros dan Soppeng sebut penghargaan hasil kerja bersama

Prosesi pemberangkatan jemaah haji asal Papua di Embarkasi Makassar. (Dok. Kemenhaj Sulsel)
Prosesi pemberangkatan jemaah haji asal Papua di Embarkasi Makassar. (Dok. Kemenhaj Sulsel)

Kepala Kemenhaj Soppeng, Musriadi, menyebut penghargaan itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim yang terlibat dalam pelayanan jemaah haji.

“Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras, sinergi, dan keikhlasan seluruh tim Kemenhaj Soppeng dalam melayani jemaah. Ini bukan akhir, melainkan motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar ibadah haji masyarakat Soppeng semakin mabrur, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Sementara Kepala Kemenhaj Maros, Ahmad Ihyadin, mengatakan penghargaan itu lahir dari kolaborasi banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, petugas haji, ASN, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), media, hingga jemaah.

Menurut Ahmad, keberhasilan Maros tidak lepas dari pembinaan manasik yang dilakukan secara intensif. Tercatat, Kemenhaj Maros menggelar 33 kali pertemuan manasik, sementara bersama KBIHU Hawaishah Maros jumlahnya mencapai 86 kali pertemuan.

Selain itu, calon jemaah haji juga mengikuti 12 kali simulasi manasik berbasis rombongan dan individu di Asrama Haji Sudiang Makassar.

“Kami berupaya memastikan jemaah memahami seluruh rangkaian ibadah haji, baik secara teori maupun praktik. Karena itu, simulasi manasik berbasis rombongan dan individual kami laksanakan berulang kali,” kata Ahmad.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More