Pertama Kali, Polwan Komandoi Upacara HUT Bhayangkara di Polda Sulsel

- Untuk pertama kalinya, upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Polda Sulsel dipimpin oleh polwan AKBP Rise Sandiyantanti yang tampil tegas dan percaya diri memimpin seluruh rangkaian acara.
- Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan pentingnya momentum Hari Bhayangkara sebagai simbol transformasi Polri menuju institusi profesional, modern, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.
- Upacara juga diwarnai pemberian penghargaan Presiden kepada personel berprestasi serta kehadiran Forkopimda Sulsel yang menunjukkan sinergi TNI-Polri dan pemerintah daerah menjaga stabilitas keamanan.
Makassar, IDN Times - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Polda Sulawesi Selatan menghadirkan suasana berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, jalannya upacara dikomandoi oleh seorang perwira polisi wanita (polwan), yakni Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Rise Sandiyantanti.
Upacara yang berlangsung di Markas Polda Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (1/7/2026), dipimpin langsung Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro selaku inspektur upacara. Kegiatan itu diikuti ratusan personel TNI-Polri serta unsur instansi terkait.
Momen tersebut menjadi sorotan karena menjadi kali pertama seorang polwan dipercaya menjadi komandan upacara pada peringatan Hari Bhayangkara di lingkungan Polda Sulsel.
1. AKBP Rise Sandiyantanti tampil tegas pimpin upacara

Berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Rise Sandiyantanti tampil percaya diri saat memimpin seluruh tahapan upacara. Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2005 itu menjalankan tugasnya dengan lancar, mulai dari memimpin penghormatan hingga melaporkan kesiapan upacara kepada Kapolda Sulsel.
"Laporan upacara HUT Bhayangkara ke-80, siap dilaksanakan," ucap AKBP Rise Sandiyantanti saat memberikan laporan kepada Kapolda Sulsel.
"Lanjutkan," jawab Irjen Djuhandhani.
Penampilan Rise semakin menarik perhatian saat memimpin penghormatan menggunakan pedang pora atau sabel. Dengan gerakan tegas dan terukur, ia mengomandoi seluruh rangkaian upacara yang berlangsung khidmat.
Sebelum menjabat Kapolres Pelabuhan Makassar, Rise diketahui pernah bertugas sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel. Ia juga memiliki latar belakang akademik di bidang hukum, Sarjana Ilmu Kepolisian, serta gelar magister.
Rise merupakan istri dari AKBP Arisandi, mantan Kapolres Luwu.
2. Kapolda Sulsel: Polri terus bertransformasi

Dalam amanatnya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan bahwa Hari Bhayangkara menjadi tonggak penting dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia.
"Delapan puluh tahun yang lalu, tepatnya pada 1 Juli 1946, melalui Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946, kepolisian ditetapkan sebagai institusi yang berdiri langsung di bawah pemerintah," ujarnya.
Menurut Djuhandhani, momentum itu menandai lahirnya Polri sebagai alat negara yang memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengatakan selama delapan dekade, Polri telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Berbagai tantangan telah dihadapi, mulai dari mempertahankan kemerdekaan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hingga menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompleks.
"Semua itu menjadi bekal berharga untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat," tuturnya.
3. Personel berprestasi terima penghargaan Presiden

Dalam upacara tersebut juga dilakukan pembacaan Tri Brata Polri sebagai pedoman hidup, landasan moral, dan sumpah suci bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Selain itu, personel Polri yang dinilai memiliki dedikasi tinggi serta tidak pernah melakukan pelanggaran selama bertugas menerima penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto.
Peringatan HUT ke-80 Bhayangkara di Polda Sulsel turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan. Di antaranya Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Dankodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, serta Panglima Kodau II Marsekal Muda TNI M Untung Suropati.

















