Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pengungsi Terdampak Banjir di Makassar Kembali ke Rumah
Lokasi pengungsian sudah kosong di Masjid Jabal Nur, Jalan Biola 18 Blok 10, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Sabtu (14/12/2024). (Dok. Istimewa)

Makassar, IDN Times - Setelah banjir yang melanda sejumlah lokasi di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, telah surut, kondisi pengungsian di wilayah tersebut kini mulai ditinggalkan. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, tidak ada lagi pengungsi yang berada di titik-titik pengungsian.

"Laporan terakhir jam 12.00 WITA tadi kosong, nihil. Jadi, personil kami saat ini tetap memantau wilayah dan hasil dari pemantauan tersebut ketinggian air menurun drastis," kata Kepala BPBD Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, saat diwawancarai IDN Times, Sabtu (14/12/2024).

1. Banjir merendam beberapa lokasi di Kecamatan Manggala

Lokasi pengungsian sudah kosong di Masjid Jabal Nur, Jalan Biola 18 Blok 10, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Jumat (13/12/2024). (Dok. Istimewa)

Sebelumnya, banjir merendam beberapa lokasi di Kecamatan Manggala. Namun, setelah pemantauan intensif oleh BPBD, ketinggian air di wilayah tersebut menurun signifikan, sehingga pengungsi mulai kembali ke rumah mereka.

Banjir sempat mengharuskan 23 keluarga atau 76 jiwa mengungsi ke dua titik pengungsian, yakni Masjid Jabal Nur di Jalan Biola Blok 10 dan Masjid Makkah Al Mukarramah di Jalan Sudiang, Kelurahan Manggala. Dari total 76 jiwa, 35 di antaranya adalah laki-laki dan 41 perempuan. 

"Yang paling terdampak itu memang Manggala. Karena sudah sampai ada dua titik ungsi yang semuanya di Manggala. Tempat lainnya itu tidak ada pengungsi," kata Hendra.

2. BPBD tetap memantau wilayah Manggala

Ilustrasi banjir, evakuasi warga korban banjir di Perumnas Antang Blok 8 dan 10, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat (17/2/2023). Dok. BPBD Makassar

Meskipun pengungsi telah kembali ke rumah, namun pihak BPBD tetap memantau wilayah tersebut. Pihaknya terus memantau potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi.

"Kita sudah lihat beberapa hari terakhir ini, kami melaksanakan tugas-tugas penanggulangan bencana, utamanya evakuasi dan assesment, dan melayani para warga terdampak di titik-titik ungsi," katanya.

3. Lokasi rawan banjir jadi perhatian utama

Banjir genangi puluhan rumah di blok 8, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)

Selain Manggala, wilayah-wilayah lain yang berpotensi terdampak banjir, seperti Panakkukang, Biringkanayya, dan Tamalanrea, tetap menjadi perhatian utama BPBD. Untuk memastikan kesiapsiagaan, BPBD mengerahkan 140 personil yang siap sedia, didukung oleh dua unit perahu karet dan perahu polyethylene.

Meski banjir di Manggala telah surut, BPBD terus mengingatkan warga untuk tetap waspada, mengingat masih ada potensi hujan lebat yang bisa terjadi hingga awal tahun depan. Layanan darurat 112 tetap tersedia bagi warga yang membutuhkan bantuan.

Editorial Team

Related Article