Pengeroyokan Siswa SMK 5 Makassar Berujung Damai, Ortu: Saya Maafkan

- Pengeroyokan siswa SMK 5 Makassar berujung damai setelah orang tua korban memaafkan para pelaku
- Orang tua korban mengaku tidak ada untung menuntut hukum, hanya berharap anaknya dapat belajar kembali di sekolah dengan aman
- Orang tua korban berharap sekolah bertindak tegas dalam kasus perundungan agar tidak terulang pada anak-anak lainnya
Makassar, IDN Times - Kasus pengeroyokan siswa SMK 5 Makassar oleh senior kepada adik kelasnya yang berinisial IM berujung damai. Perdamaian itu lantaran orang tua korban memaafkan para pelaku.
Orang tua korban, Hamzah Hambali, mengaku tidak ada untung bagi dirinya sekalipun kasus ini dibawa ke ranah hukum. Karena itu, dia memilih berjiwa besar dengan memaafkan para pelaku yang telah membuat anaknya terluka.
"Saya memaafkan karena apa untungnya kalau saya menuntut. Saya hanya berharap anak saya dapat dibina kembali dan belajar kembali di sekolah ini," kata Hamzah, Rabu (31/7/2024).
1. Orang tua serahkan ke pihak sekolah

Hambali mengaku sempat akan membawa kasus ini ke ranah hukum seandainya pihak sekolah tidak memfasilitasi pertemuan dengan orang tua para pelaku. Namun karena pihak sekolah telah bertindak baik, maka dia memilih untuk mengurungkan niatnya itu.
Pertemuan antara orang tua korban dan para orang tua pelaku berlangsung Selasa (30/7/2024) kemarin di sekolah tersebut. Hasil pertemuan tersebut, kedua pihak bersepakat tidak memperpanjang kasus tersebut.
"Itu adalah ujian yang Allah berikan kepada kita semua. Persoalan ini saya serahkan kembali kepada kepala sekolah untuk menyelesaikan masalahnya," kata Hamzah.
2. Korban alami luka di bagian mata

Akibat aksi pengeroyokan itu, korban mengalami luka robek di bagian mata. Tubuhnya juga banyak bengkak dan memar akibat dari terkena tendangan dan pukulan.
Hamzah mengaku anaknya belum bisa bangun karena masih sesak napas. Saat ini, IM masih beristirahat di rumahnya untuk pemulihan.
"Saya sampaikan sama pihak orang tua (pelaku) mari kita doa sama-sama anak saya tidak ada masalah kembali dengan kondisi sehat," kata Hamzah.
3. Minta sekolah ciptakan ruang aman

Meski begitu, Hamzah tetap berharap sekolah selaku bertindak tegas dengan kasus-kasus perundungan seperti ini. Dia tidak ingin kasus serupa terjadi pada anak-anak lainnya.
"Saya mengembalikan kepada sekolah untuk bagaimana membuat yang tebaik, membuat ini aman terkendali sehingga tidak ada lagi masalah," kata Hamzah.


















