Ilustrasi Bansos (Foto: IDN Times)
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 426.000 KK yang menjadi sasaran pendataan Perlinsos Digital di Kota Makassar. Data tersebut nantinya menjadi bagian dari basis data perlindungan sosial yang lebih terintegrasi dan digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
"Total target data kita ada 426.000 KK yang mau didata, percepatan pendataan bukan semata mengejar angka persentase, tetapi juga memastikan warga yang menjadi sasaran benar-benar terdata dengan baik," tuturnya.
Meski progres meningkat, Dinas Sosial masih menghadapi kendala terkait komitmen dan ketersediaan agen dari berbagai SKPD. Kondisi tersebut membuat Dinas Sosial harus menyesuaikan pengerahan personel dan menutup kekurangan agen di lapangan.
"Kami di Dinsos yang harus turun tangan menutupinya. Itu salah satu kendala di lapangan," tambahnya.
Untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat, Dinas Sosial menyiapkan pelibatan RT dan RW setelah tugas agen dari SKPD selesai. Mereka nantinya akan menyisir warga di wilayah masing-masing yang belum masuk dalam pendataan.
"Setelah tugas teman-teman agen SKPD ini selesai, jika masih ada warga atau masyarakat yang belum terdata, kita akan menjadikan RT/RW sebagai agen. Merekalah yang nanti menyisir warga di wilayahnya yang belum terdata," terangnya.
Menurut Andi Bukti, keterlibatan RT dan RW juga dapat memperkuat validasi data hingga tingkat lingkungan. Pemerintah dapat lebih mudah mengecek warga yang belum terdata sekaligus mengidentifikasi perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Perlinsos Digital juga menyediakan portal yang memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran dan pengaduan data secara lebih terintegrasi. Digitalisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat akurasi data penerima bantuan, mengurangi potensi ketidaktepatan sasaran, serta memudahkan masyarakat memperbarui data.
Dengan capaian 50.088 KK per 11 Agustus, Dinas Sosial optimistis percepatan pendataan terus dilakukan hingga akhir Agustus. Pemerintah Kota Makassar akan mengoptimalkan pengerahan agen, memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan, serta melibatkan RT/RW untuk menjangkau warga yang belum terdata.
"Target kita sekarang bagaimana terus menggenjot pendataan. Harapannya sebelum tanggal 31 Agustus bisa mencapai 70 persen," pungkas Andi Bukti.