Pemprov Sulsel Targetkan Penurunan Stunting hingga 10 Persen

- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan penurunan stunting di angka 10 persen.
- Berdasarkan data survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka prevalensi stunting di Sulsel adalah 27,4 persen.
- Zudan meminta pihak terkait bergerak bersama untuk memberikan makanan tambahan kepada bayi dan anak balita.
Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan penurunan stunting di angka 10 persen. Hal ini disampaikan oleh Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh saat rapat koordinasi sektor pencegahan dan penurunan stunting, yang diadakan oleh Kemenko Bidang PMK RI, di Hotel Four Points by Sheraton, Jumat (1/11/2024).
"Kalau soal statistik, seluruh Sulawesi Selatan itu stuntingnya di angka 27,4 persen. Maka saya pimpin langsung ini 24 kabupaten dan semua OPD agar bergerak bareng menurunkan stunting. Target saya sampai 10 persen," kata Zudan.
1. Angka prevalensi stunting di Sulsel adalah 27,4 persen

Berdasarkan data survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka prevalensi stunting di Sulsel adalah 27,4 persen. Angka ini mengalami kenaikan 0,02 persen dari tahun 2022 yang sebesar 27,2 persen.
Zudan mengatakan perlu intervensi untuk mencapai target penurunan stunting ini. Seluruh stakeholder terkait harus bergerak bersama untuk menurunkan angka stunting.
"Ini memang harus bergerak agresif dengan pemberian makanan tambahan. Kemudian menggerakkan BKKBN dengan semua pasukannya, kader posyandu, kepala puskesmas. Itu harus bergerak bareng," kata Zudan,
2. Harus memantau langsung pengukuran bayi

Zudan juga meminta pihak Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Ketahanan Pangan, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), turun bersama sampai ke Puskesmas dan Posyandu untuk menimbang dan mengukur bayi. Terutama anak berumur 0-5 tahun.
"Jadi harus bergerak bareng. Pengalaman saya sebagai Pj terdahulu di Gorontalo maupun di Sulawesi Barat, dengan bergerak bareng sampai ke level Puskesmas dan Posyandu insyaallah bisa kita turunkan," kata Zudan.
3. Pemberian makanan tambahan untuk bayi

Zudan selalu menekankan pemberian makanan tambahan kepada bayi yang datang ke Posyandu. Makanan tambahan yang dimaksud yaitu telur, ikan, nasi, buah atau yang disebut dengan makanan B2SA (Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.
"Mulai beragam, seimbang, lengkap, sayur, protein, karbohidrat, buah. Makanya ini saya monitor betul, saya kontrol, pemberian makanan tambahan ini merupakan suatu kewajiban yang harus diberikan agar bayi kita tinggi dan beratnya bertambah," kata Zudan.



















