Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Makassar Berencana Perbarui Armada Pengangkut Sampah
Pemerintah Kota Makassar berencana meremajakan 192 unit truk sampah Tangkasaki dan menambah 20 unit baru. (Dok. IDN Times/Pemkot Makassar)
  • Pemkot Makassar menyiapkan pembaruan motor roda tiga dan truk pengangkut sampah rusak untuk mendukung sistem pemilahan sampah dari sumber yang berlaku sejak 1 Agustus 2026.
  • DLH juga mengupayakan tambahan sarana pengelolaan sampah melalui anggaran DLH, kecamatan, kelurahan, serta CSR, karena APBD dinilai belum mampu menutup seluruh kebutuhan.
  • Pembenahan dilakukan bertahap sambil mengedukasi petugas kebersihan, camat, lurah, dan jajaran pemerintah agar memahami mekanisme baru pemilahan serta pengangkutan sampah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar mulai menyiapkan pembaruan armada pengangkut sampah untuk mendukung penerapan sistem pemilahan sampah dari sumber. Armada yang diperbarui meliputi motor roda tiga hingga truk pengangkut sampah yang mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan pembaruan armada menjadi bagian dari pembenahan sistem persampahan seiring kebijakan yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026.

"Kita juga sudah menyiapkan motor-motor pengganti yang sudah rusak, truk-truk yang sudah rusak juga kita upayakan untuk melakukan pembaruan,"  kata Helmy, Sabtu (1/8/2026).

1. Sarana pendukung juga akan ditambah

Ilustrasi truk sampah. (IDN Times/Imam Rosidin)

Selain pembaruan armada, DLH juga mengupayakan penambahan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Di antaranya melalui anggaran DLH, kecamatan, dana kelurahan, hingga dukungan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Ada solusi, kita mendorong, baik itu nanti melalui DLH, kecamatan ataupun juga nanti melalui dana kelurahan," kata Helmy.

Menurut Helmy, kebutuhan fasilitas pengelolaan sampah tidak mungkin sepenuhnya ditanggung melalui APBD. Karena itu, pihaknya mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah.

"Kalau pemerintah sendiri, itu cukup berat. APBD kita tidak terlalu bisa menutup semua. Tentu kita berharap seluruh masyarakat membantu, seluruh dunia usaha pun juga membantu," katanya.

2. Pembenahan berlangsung secara bertahap

Ilustrasi pilah sampah. (IDN Times/Yuko Utami)

Helmy menegaskan pembaruan armada merupakan bagian dari pembenahan sistem persampahan yang berlangsung secara bertahap. Menurutnya, kesiapan infrastruktur harus berjalan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah.

"Kita ingin Makassar menjadi salah satu percontohan pengolahan sampah yang terbaik di Indonesia, dan kita berharap bisa sepenuhnya didukung oleh seluruh masyarakat," katanya.

3. Petugas kebersihan hingga camat ikut diedukasi

ilustrasi pengangkut sampah (pixabay.com/tigerhbu11)

Selain menyiapkan armada, DLH juga memberikan edukasi kepada petugas kebersihan, camat, lurah, dan jajaran pemerintah di tingkat wilayah. Edukasi tersebut bertujuan menyamakan pemahaman mengenai mekanisme baru pemilahan dan pengangkutan sampah.

Menurut Helmy, hal itu agar tidak terjadi kebingungan di lapangan ketika masyarakat mulai menerapkan pemilahan sampah dari sumber. Dia berharap seluruh unsur pemerintah memahami sistem baru sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih efektif.

"Kita juga mengedukasi seluruh petugas kebersihan. Tentu kita berharap seluruh elemen di internal pemerintah kota mengetahui hal ini," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article