Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Genjot 5 Sektor Krusial untuk Pulihkan Ekonomi Makassar
Coffee morning Pemkot Makassar di Shox Coffee, Senin (7/9/2020). IDN Times/Asrhawi Muin

Makassar, IDN Times - Pandemik COVID-19 berdampak signifikan terhadap menurunnya perekonomian nasional maupun daerah, termasuk di Kota Makassar. Pemerintah kota pun kini berupaya mendorong kembali pemulihan ekonomi

Setidaknya ada 5 sektor yang didorong sebagai motor untuk mendongkrak pertumbuhan dan pemulihan ekonomi. Kelima sektor itu adalah pariwisata, UKM/UMKM/IKM, padat karya, investasi dan keuangan, serta pertanian dan perikanan.

Kepala Sub Bidang Pangan dan Pertanian Bappeda Kota Makassar A.E Arifianto menjelaskan, pihaknya telah menyusun sejumlah strategi untuk penanganan dampak ekonomi pandemik COVID-19. Di antaranya ialah menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian harga, khususnya bahan makanan dengan memastikan stok dan distribusinya. 

"Selain itu juga memastikan dunia usaha bisa segera bergerak dengan memberikan insentif kemudahan dan jaminan keamanan," kata Arifianto dalam diskusi bertajuk Coffee Morning yang digelar Humas Pemkot Makassar di Shox Coffee, Senin (7/9/2020). 

1. Pandemik COVID-19 berimbas pada sektor ekonomi

Ilustrasi ekonomi terdampak pandemik COVID-19 (IDN Times/Arief Rahmat)

Pandemik COVID-19 memukul perekonomian Kota Makassar. Pemberhentian kegiatan bisnis telah berdampak besar pada pekerja di sektor formal dan informal. Imbasnya, terjadi PHK dan banyak pekerja dirumahkan.

Selain itu, terjadi pula penurunan jumlah investasi baik penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDM) sebesar 50 persen. Daya beli masyarakat juga menurun akibat menurunnya pendapatan masyarakat usai pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dampak dari semua ini, perekonomian Kota Makassar dipastikan memiliki risiko berupa penurunan di sisi negatif 2 digit.

2. Pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat

Pakar Ekonomi Universitas Hasanuddin Prof Marsuki DEA. IDN Times/Asrhawi Muin

Dalam kesempatan yang sama, Pakar Ekonomi Universitas Hasanuddin Prof Marsuki DEA menilai perekonomian di Kota Makassar memang belum pulih secara total. Akan tetapi, fase pemulihan sudah mulai terlihat khususnya dari sektor perdagangan dan transportasi. 

Menurut Marsuki, jika ingin menggerakkan perekonomian, Pemkot Makassar harus menyelesaikan permasalahan di sektor yang terdampak besar. Sektor-sektor itu adalah penyediaan akomodasi, makanan, transportasi, pergudangan, industri pengolahan, konstruksi, dan jasa keuangan. 

"Pemkot hanya perlu menyelesaikan 7 persoalan sub sektor yang jatuh itu. Jika ini positif, maka pasti akan mendongkrak ekonomi Makassar," katanya.

3. Ekonomi Makassar tumbuh positif

Ilustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Untuk mendongkrak perekonomian itu, Marsuki menilai arah kebijakan pemerintah ke depannya harus membenahi dulu semua sektor tersebut. Tujuannya, jangan sampai pertumbuhan ekonomi akhirnya malah semakin jatuh. 

Pertumbuhan ekonomi Kota Makassar di tahun 2019 lalu mencapai 8,79 persen. Di awal tahun 2020, Pemkot Makassar menargetkan pertumbuhan ekonomi 8,2-8,4 persen. 

Akan tetapi di awal masa pandemik COVID-19 (Maret-April), pertumbuhan ekonomi Makassar turun sebesar 6,20 persen. 

"Tapi bagusnya adalah pertumbuhan ekonomi Makassar yang juga menjadi punggung pertumbuhan ekonomi Sulsel masih positif," katanya.

Editorial Team

Related Article