Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pedagang Beras di Makassar Kesulitan Mendapat Pasokan
Pedagang Beras di Makassar Kesulitan Mendapat Pasokan

Makassar, IDN Times - Pedagang beras di Pasar Tradisional Tamamaung, Jalan A.P Pettarani, Kota Makassar, mengaku mulai kesulitan mendapatkan pasokan beras.

Salah satu pedagang beras, Muhsin (55), mengatakan, dia dan sejumlah pedagang di pasar tersebut sulit mendapat pasokan beras dalam beberapa pekan terakhir ini.

"Mulai susah mendapat (pasokan) beras sekarang, karena banyak juga orang tanya. Saya ambil beras dari Sidrap, Pinrang sama Soppeng," kata Muhsin kepada wartawan saat ditemui, Jumat petang (2/2/2024).

1. Pedagang mengaku sulit dapat beras karena cuaca buruk

Pedagang Beras di Makassar Kesulitan Mendapat Pasokan

Muhsin mengaku, pedagang mulai sulit mendapatkan beras karena ketersediaan gabah dari petani juga mulai kurang. Hal itu disebabkan cuaca yang tidak menentu.

"Katanya dari petani karena ada kemarau panjang tahun kemarin, di Sidrap itu kata petani di sana baru mau tanam," ujarnya.

2. Harga beras di Makassar terus naik

Pedagang Beras di Makassar Kesulitan Mendapat Pasokan

Selain kesulitan mendapat pasokan beras, harga beras pun naik. Kata Muhsin, kondisi tersebut sudah berlangsung dua pekan belakangan ini.

"Ini naik terus harga (beras), minggu lalu itu naik Rp500, sekarang naik Rp1000 dan ini naik terus. Kayak beras spesial harganya minggu lalu masih Rp11 ribu atau Rp11.500 tapi sekarang sudah Rp13 ribu," terangnya.

Bukan hanya dua jenis beras tersebut, harga semua jenis beras, menurut Muhsin, juga naik rata-rata Rp1000 rupiah.

3. Kemungkinan harga beras normal setelah lebaran

Pedagang Beras di Makassar Kesulitan Mendapat Pasokan

Para pedagang mewanti-wanti, harga beras akan terus naik sampai bulan puasa, dan bahkan sampai hari raya Idul Fitri nanti.

"Ini masih naik karena barang mulai tidak ada, ini dua bulan kedepan ini kita mau cari beras dimana? Ini kita perkirakan selesai lebaran baru normal," tambah Muhsin.

Editorial Team

Related Article