Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pantau Kondisi Udara di BMKG, Munafri Cari Solusi Atasi Kabut Asap
Pemantauan perkembangan kualitas udara di kantor BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Jumat (16/10/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendatangi BMKG Sultan Hasanuddin untuk memantau kualitas udara dan menyiapkan langkah perlindungan kesehatan warga dari kabut asap.
  • BMKG menyebut kabut asap di Makassar relatif menurun, namun Pemkot tetap memantau kondisi serta mengimbau warga tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api.
  • Menjelang potensi hujan akhir November hingga awal Desember 2026, Pemkot menyiapkan antisipasi banjir melalui normalisasi drainase, pengangkatan sampah, dan pembersihan sedimen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendatangi kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Hasanuddin di Kabupaten Maros, Jumat (16/10/2026). Kunjungan tersebut untuk memantau perkembangan kualitas udara dan mencari solusi penanganan kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir.

Munafri mengatakan informasi dari BMKG dibutuhkan untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi terkini. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya membahas penyebab kabut asap, tetapi juga perlu mengambil langkah konkret untuk melindungi kesehatan masyarakat.

"Tujuan saya ke BMKG untuk memantau kondisi cuaca sekaligus mendapatkan informasi terkini mengenai kualitas udara, kita butuh solusi," kata Munafri.

Dia menegaskan penanganan kabut asap perlu menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kesehatan warga. Karena itu, Pemkot Makassar terus memantau perkembangan kualitas udara bersama BMKG.

"Ini menyangkut kesehatan masyakat, sehingga tidak lagi bicara sebab dan akibat asap, tetapi solusi apa kita lakukan. Nah, ini menjadi bagian dari langkah strategis kami dalam merespons kabut asap yang menyelimuti Makassar," katanya.

1. Kualitas udara disebut mulai membaik

Kondisi udara di Makassar, Rabu (14/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Dalam kunjungannya, Munafri memantau kondisi atmosfer melalui layar monitor. Dia juga berdiskusi dengan Kepala BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto, mengenai perkembangan kabut asap dan potensi perubahan cuaca.

Munafri menyampaikan bahwa berdasarkan informasi BMKG, kondisi kabut asap relatif menurun dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, pemerintah tetap perlu memantau kualitas udara untuk menentukan langkah antisipasi berikutnya.

"Menurut BMKG, kondisinya sudah relatif menurun. Karena ini asap kiriman, tapi kita perlu terus memantau perkembangannya agar langkah yang dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan," katanya.

Munafri juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Aktivitas tersebut berpotensi memperburuk pencemaran udara ketika kabut asap masih menyelimuti wilayah perkotaan.

2. Munafri siapkan antisipasi jelang musim hujan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (Dok. Pemkot Makassar)

Selain memantau kualitas udara, Munafri turut menyoroti pergeseran perkiraan awal musim hujan di Makassar. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari BMKG, potensi hujan diperkirakan mulai meningkat pada akhir November hingga awal Desember 2026.

Pemkot Makassar akan memperkuat persiapan infrastruktur untuk mengantisipasi potensi genangan dan banjir setelah periode kering yang cukup panjang. Munafri mengatakan akan memanggil camat, lurah, dan satuan tugas terkait untuk memastikan langkah antisipasi berjalan hingga tingkat wilayah.

"Kalau sudah terlalu lama kering, ketika hujan turun, kita harus mengantisipasi berbagai kemungkinan. Karena itu, semua harus kita persiapkan bersama-sama," tuturnya.

3. Drainase dan kanal dibersihkan

Satgas Drainase Pemkot Makassar membersihkan saluran air di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (5/12/2025).(Dok. Dinas PU Makassar)

Munafri mengatakan Pemkot Makassar memperkuat normalisasi saluran drainase, pengangkatan sampah, dan pembersihan sedimen yang berpotensi menghambat aliran air. Dia juga meminta seluruh instansi yang berkantor di Makassar rutin membersihkan lingkungan dan saluran air di sekitar kantor masing-masing.

"Sekarang kita masif melakukan normalisasi saluran, mengangkat sampah, dan membersihkan sedimen," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article