Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Udara Tidak Sehat, Pemkot Makassar Bagikan Masker untuk Anak Sekolah

Kota Makassar
3 min read
Udara Tidak Sehat, Pemkot Makassar Bagikan Masker untuk Anak Sekolah
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, membagikan masker kepada siswa di SMP Negeri 6 Makassar, Rabu (14/10/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
  • Pemkot Makassar membagikan masker gratis kepada siswa, anak PAUD, lansia, dan kelompok rentan setelah kualitas udara dinyatakan sangat tidak sehat.
  • BMKG mencatat konsentrasi PM2,5 di Makassar dan sekitarnya melampaui 150 mikrogram per meter kubik pada 13–14 Oktober 2026, tertinggi sejak penurunan kualitas udara terpantau.
  • Sekolah tetap menjalankan pembelajaran tatap muka, tetapi diminta membatasi aktivitas luar ruangan; pembelajaran daring dapat dipertimbangkan bila kualitas udara makin memburuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar mulai membagikan masker gratis kepada siswa sekolah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara. Langkah ini diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2,5 di Makassar dan sekitarnya masuk kategori sangat tidak sehat.

Pembagian masker tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Salah satu lokasi pembagian masker adalah SMP Negeri 6 Makassar pada Rabu (14/10/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mengatakan Pemkot Makassar telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan BMKG. Hal ini untuk memvalidasi kondisi kualitas udara serta menentukan langkah antisipasi.

"Dari BMKG sudah menyampaikan bahwa pencemaran ini masuk dalam kategori pencemaran udara dengan kualitas udara yang sangat tidak sehat dalam dua hari ini, sehingga kita berupaya untuk memberikan langkah-langkah antisipasi terhadap hal itu," kata Zulkifly.

  1. 1. Masker dibagikan kepada siswa dan kelompok rentan

    IMG-20261014-WA0267.jpg
    Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, membagikan masker kepada siswa di SMP Negeri 6 Makassar, Rabu (14/10/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

    Zulkifly mengatakan pembagian masker telah dimulai sejak Selasa (13/10/2026) dan berlanjut ke sejumlah sekolah. Dinas Kesehatan Kota Makassar menjadi penanggung jawab pembagian masker, terutama bagi kelompok rentan.

    Sasaran pembagian masker mencakup anak-anak di pendidikan anak usia dini (PAUD) dan siswa sekolah. Lansia serta kelompok rentan lainnya juga menjadi penerima untuk mengurangi risiko paparan polutan.

    "Pembagian masker juga tetap kita laksanakan ini. Di sekolah-sekolah kita akan bagi," katanya.

    Selain membagikan masker, Pemkot Makassar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Sekolah juga diminta memperbanyak kegiatan di dalam kelas untuk mengurangi paparan polusi udara kepada siswa.

  2. 2. Konsentrasi PM2,5 tembus 150 mikrogram/m³

    IMG_20261014_094554.jpg
    Kondisi udara di Makassar, Rabu (14/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulawesi Selatan, Rizky Yudha, mengatakan konsentrasi partikel halus PM2,5 di wilayah Makassar dan sekitarnya meningkat hingga lebih dari 150 mikrogram/m³ pada malam 13 Oktober dan pagi 14 Oktober 2026.

    Angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Konsentrasi itu menjadi yang tertinggi sejak penurunan kualitas udara mulai terpantau pada 30 September 2026.

    Rizky menjelaskan peningkatan konsentrasi PM2,5 dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Selatan maupun di luar provinsi ini. Partikel polutan juga terpantau tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

    "Dengan naiknya level ini, kami mengimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, memakai masker, baik termasuk itu masker bedah juga bisa," kata Rizky.

  3. 3. Siswa tetap belajar tatap muka

    Ilustrasi siswa SD. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)
    Ilustrasi siswa SD. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

    Meski kualitas udara memburuk, Pemkot Makassar belum meliburkan siswa sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan pembelajaran tatap muka masih berlangsung dengan mengacu pada ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

    Namun, pihak sekolah diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan dan mengutamakan aktivitas di dalam kelas. Dinas Pendidikan juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait langkah pencegahan bagi siswa.

    "Masih dibolehkan (belajar tatap muka) karena kita mengacu kepada edaran dari Kementerian Pendidikan," kata Achi.

    Dia mengatakan pembelajaran daring dapat dipertimbangkan jika kualitas udara semakin memburuk. Langkah lain juga bisa diambil sesuai hasil pemantauan dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More