BMKG: Kualitas Udara Makassar Belum Bisa Dipastikan Kapan Pulih

- BMKG belum dapat memastikan kapan kualitas udara Makassar pulih karena bergantung pada hilangnya sumber polutan; penurunan kualitas tercatat sejak 30 September 2026.
- Konsentrasi PM2,5 mencapai kategori sangat tidak sehat pada 13-14 Oktober 2026. Udara kabur mengurangi jarak pandang menjadi lebih dari satu kilometer, tetapi kurang dari lima kilometer.
- Partikel PM2,5 tersebar hampir di seluruh Sulawesi Selatan, dengan Maros mencatat konsentrasi tertinggi. Hujan akhir November hingga awal Desember berpotensi membantu membilas polutan.
Makassar, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum bisa memastikan kapan kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akan kembali normal. Kondisi udara kabur yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir bergantung pada keberadaan sumber polutan di wilayah tersebut.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, mengatakan kualitas udara Makassar dan sekitarnya mulai menurun sejak 30 September 2026. Konsentrasi partikel halus PM2,5 bahkan meningkat hingga kategori sangat tidak sehat pada 13-14 Oktober 2026.
"Prediksi udara kabur ini tidak bisa dipastikan secara pasti karena memang mengingat kita harus melihat sumber polutannya itu sendiri apakah sudah hilang atau tidak," kata Rizky dalam wawancara di kantor BMKG Wilayah IV Makassar, Rabu (14/10/2026).
1. Hujan diprediksi mulai turun akhir November

Ilustrasi hujan (IDN Times/Irwan Idris) Rizky mengatakan hujan berpotensi membantu mengurangi polutan yang berada di udara. BMKG memperkirakan hujan mulai turun di Makassar dan sekitarnya pada akhir November hingga awal Desember 2026.
Menurutnya, air hujan dapat membilas partikel polutan sehingga membantu membersihkan udara. Meski demikian, perkiraan waktu turunnya hujan tidak serta-merta menjadi kepastian bahwa kualitas udara akan langsung pulih.
"Dan kami prediksi juga mulai muncul hujan atau mulai terjadi hujan di wilayah Makassar dan sekitarnya itu pada akhir November hingga awal Desember," katanya.
2. Jarak pandang mulai berkurang akibat udara kabur

Kondisi udara di Makassar, Rabu (14/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Rizky menjelaskan kondisi udara di Makassar dan sekitarnya secara meteorologis dikategorikan sebagai udara kabur atau haze. Kondisi ini ditandai dengan berkurangnya jarak pandang hingga kurang dari lima kilometer, tetapi masih lebih dari satu kilometer.
"Kami lihat dalam keadaan udara kabur atau dalam secara meteorologis kami sebut sebagai haze, yaitu saat kondisi visibility berkurang lebih dari 1 kilometer tetapi kurang dari 5 kilometer," katanya.
3. Polutan tersebar di hampir seluruh wilayah Sulsel

Kondisi langit Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tampak kelabu dan berkabut pada Sabtu (10/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan di Maros pada 13-14 Oktober 2026, konsentrasi PM2,5 berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Maros juga mencatat konsentrasi PM2,5 tertinggi dibandingkan wilayah lain yang dipantau.
Menurut Rizky, partikel PM2,5 tidak hanya terdeteksi di wilayah tertentu, tetapi tersebar hampir di seluruh Sulawesi Selatan. Kondisi udara kabur juga dilaporkan terjadi di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara.
"Berdasarkan update peta sebaran konsentrasi memang kami bisa lihat seluruh wilayah Sulawesi Selatan ini tertutup oleh atau tersebar oleh partikel PM2,5 tersebut," kata Rizky.



















