Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal RAMS, Komunitas Makassar Pelopor Edukasi K3 Ketinggian

Kota Makassar
3 min read
Mengenal RAMS, Komunitas Makassar Pelopor Edukasi K3 Ketinggian
Para anggota komunitas Rope Access Makassar Syndicate (RAMS) saat menggelar "Workshop Working at Height" di Makassar Creative Hub Nusantara pada 7 Oktober 2026. (dok. Rope Access Makassar Syndicate)
  • Rope Access Makassar Syndicate (RAMS) hadir sebagai komunitas praktisi akses tali yang mendorong budaya K3 untuk pekerjaan di ketinggian di Makassar.

  • RAMS menggelar Workshop Working at Height di Makassar Creative Hub, melibatkan sekitar 40 peserta dari praktisi, provider, asosiasi, mahasiswa, pemula, dan pelaku industri.

  • Komunitas ini didukung berbagai pihak untuk edukasi berkelanjutan, menekan kecelakaan kerja, serta membuka jalur karier terstruktur melalui pemahaman dan sertifikasi K3 ketinggian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times — Bekerja di ketinggian (working at height) merupakan salah satu profesi berisiko tinggi yang membutuhkan keahlian serta standar keselamatan ketat. Di tengah pesatnya pembangunan gedung, sektor konstruksi, hingga industri kreatif dan pemangkasan pohon (tree care) di Makassar, hadir sebuah wadah kolektif bernama Rope Access Makassar Syndicate (RAMS) yang berkomitmen merawat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Berawal dari proyek bersama yang mempertemukan para pekerja dan praktisi akses tali, RAMS tumbuh menjadi komunitas bergerak yang menghubungkan para profesional, penyedia jasa (provider), hingga masyarakat awam. Sebagai langkah nyatanya, RAMS menggelar "Workshop Working at Height" di Makassar Creative Hub (MCH) Nusantara pada Rabu (7/10/2026) pekan lalu.

  1. 1. Menjadi wadah kolaborasi dan edukasi lintas sektor di Makassar

    Para anggota komunitas Rope Access Makassar Syndicate (RAMS).
    Para anggota komunitas Rope Access Makassar Syndicate (RAMS) saat menggelar "Workshop Working at Height" di Makassar Creative Hub Nusantara pada 7 Oktober 2026. (dok. Rope Access Makassar Syndicate)

    RAMS dibentuk sebagai ruang terbuka bagi para praktisi akses tali untuk saling terhubung, berbagi informasi, dan mengedukasi publik. Melalui lokakarya K3 ketinggian perdana yang mereka inisiasi, RAMS berhasil merangkul sekitar 40 peserta dari beragam latar belakang, mulai dari asosiasi profesi, praktisi lapangan, brand produk cat, hingga mahasiswa dan pemula.

    "Kegiatan ini bertujuan untuk menjadi forum berbagi informasi antara praktisi, provider, dan user dalam industri ketinggian, sekaligus menjadi media sosialisasi K3 ketinggian kepada masyarakat awam," ujar Saipul Malik, anggota RAMS sekaligus praktisi kegiatan ketinggian, dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times pada Rabu (14/10/2026).

  2. 2. Menggalang sinergi antarkomunitas, industri, dan regulator sektor K3

    Para anggota komunitas Rope Access Makassar Syndicate (RAMS).
    Para anggota komunitas Rope Access Makassar Syndicate (RAMS) saat menggelar "Workshop Working at Height" di Makassar Creative Hub Nusantara pada 7 Oktober 2026. (dok. Rope Access Makassar Syndicate)

    Sebagai komunitas independen, RAMS membuktikan kapasitasnya dalam merangkul berbagai pihak untuk mengampanyekan keselamatan kerja. Inisiasi mereka mendapat dukungan penuh dari MCH Nusantara selaku penyedia lokasi, serta deretan provider K3 seperti Celebesrope, Trass, Himala, Indovertical, Magello Rope Access, dan Modjorka Landscape. Tak hanya itu, gerakan komunitas ini juga didukung oleh para pakar K3 di Sulawesi Selatan, termasuk Wakil Ketua Dewan K3 Sulsel, Ir. Naim Hamid, serta Heriadi dari pengurus ARAI Sulsel.

    "Kerja pakai alat berstandar memang terkadang terasa ribet, tapi di situlah pentingnya memilih antara 'sekadar nyaman' atau 'pasti aman'. Sinergi antara regulator, perusahaan, dan pekerja adalah kunci utama untuk menekan angka kecelakaan kerja," uajr Ir. Naim Hamid terhadap inisiasi RAMS.

  3. 3. RAMS berkomitmen menekan angka kecelakaan dan membuka peluang profesi baru

    Para anggota komunitas Rope Access Makassar Syndicate (RAMS).
    Para anggota komunitas Rope Access Makassar Syndicate (RAMS) saat menggelar "Workshop Working at Height" di Makassar Creative Hub Nusantara pada 7 Oktober 2026. (dok. Rope Access Makassar Syndicate)

    Bagi RAMS, K3 bukan sekadar formalitas aturan di atas kertas, melainkan budaya kerja yang harus diterapkan secara konsisten di lapangan. Lewat edukasi berkelanjutan, RAMS berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa demi membantu menekan angka kecelakaan kerja, khususnya di sektor ketinggian.

    Selain itu, RAMS bercita-cita menjadikan standar K3 Ketinggian sebagai jalan karier yang terstruktur bagi para pemula. Dengan pemahaman dan sertifikasi yang matang, bidang akses tali dan pekerjaan ketinggian diharapkan dapat dilirik sebagai peluang profesi yang menjanjikan bagi generasi muda Makassar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More