Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jemaah Haji 2027 Mulai Disiapkan, Kemenhaj Sulsel Tekankan Jaga Kesehan

Kota Makassar
3 min read
Jemaah Haji 2027 Mulai Disiapkan, Kemenhaj Sulsel Tekankan Jaga Kesehan
Kakanwil Kemenhaj Sulsel Ikbal Ismail menghadiri temu calon jemaah haji 2027 di Kantor Travel Umrah/Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) PT Basmalah Utama Mandiri, Kabupaten Barru, Rabu (14/10/2026). (Dok. Kemenhaj Sulsel)
  • Kemenhaj Sulsel mengingatkan calon jemaah haji 2027 di Barru untuk menyiapkan fisik dan memahami manasik sejak dini demi memenuhi istitaah kesehatan.

  • Masa tunggu haji di Indonesia dapat mencapai sekitar 26 tahun; jemaah yang dijadwalkan berangkat 2027 disebut telah menunggu sekitar 14 tahun.

  • Status istitaah ditetapkan tim kesehatan sesuai regulasi, sementara calon jemaah diminta rutin berolahraga, menjaga kondisi, serta mempelajari tata cara bersuci dan ibadah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengingatkan calon jemaah haji agar mempersiapkan kesehatan fisik dan memahami tata cara ibadah sejak dini. Persiapan tersebut penting agar calon jemaah memenuhi persyaratan istitaah kesehatan dan mampu menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Pesan itu disampaikan Ikbal saat menghadiri temu calon jemaah haji 2027 di Kantor Travel Umrah/Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) PT Basmalah Utama Mandiri, Kelurahan Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Rabu (14/10/2026). Ia juga mengingatkan calon jemaah untuk mulai membiasakan aktivitas fisik dan mempelajari materi manasik sebelum waktu keberangkatan.

  1. 1. Masa tunggu haji di Indonesia bisa mencapai 26 tahun

    Petugas membagikan kartu nusuk kepada jamaah calon haji (JCH) di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (21/4/2026). (ANTARA FOTO/Ar
    Petugas membagikan kartu nusuk kepada jamaah calon haji (JCH) di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (21/4/2026). (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

    Ikbal menjelaskan, masyarakat perlu memahami ketentuan pendaftaran haji, termasuk masa tunggu keberangkatan yang panjang. Ia menyebut masa tunggu jemaah haji di Indonesia dapat mencapai sekitar 26 tahun, dengan pendaftaran yang mengikuti ketentuan domisili.

    Sementara itu, calon jemaah yang dijadwalkan berangkat pada 2027 disebut telah menunggu sekitar 14 tahun, sesuai kuota dan ketentuan yang berlaku. Menurut Ikbal, kesempatan berangkat haji perlu dimanfaatkan dengan mempersiapkan kondisi fisik, mental, dan spiritual sejak jauh hari.

    "Saya berharap Bapak dan Ibu calon jemaah haji senantiasa menjaga kesehatan. Mari kita berdoa agar seluruh calon jemaah diberikan kesehatan dan memenuhi persyaratan istitaah sehingga dapat menunaikan ibadah haji," pesannya.

  2. 2. Istitaah kesehatan ditentukan melalui pemeriksaan

    Jemaah haji kelompok terbang (kloter 13) asal Maluku Utara tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (29/4/2025). (IDN Times/Darsil Yahya)
    Jemaah haji kelompok terbang (kloter 13) asal Maluku Utara tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (29/4/2025). (IDN Times/Darsil Yahya)

    Ikbal menegaskan, penetapan istitaah kesehatan bukan kewenangan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Barru, melainkan berdasarkan pemeriksaan dan penilaian tim kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Persyaratan tersebut juga harus mengikuti regulasi yang ditetapkan Arab Saudi bagi jemaah yang akan memasuki negara itu untuk menunaikan ibadah haji.

    Ia mengingatkan, status istitaah tidak berarti calon jemaah boleh mengabaikan kondisi kesehatannya setelah dinyatakan memenuhi syarat. Kesehatan perlu terus dijaga hingga waktu keberangkatan dan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

    "Walaupun nantinya sudah dinyatakan istitaah, bukan berarti kita boleh mengabaikan kesehatan. Bapak dan Ibu tetap harus menjaga kondisi fisik hingga waktu keberangkatan dan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci," tegasnya.

  3. 3. Calon jemaah diminta rutin berolahraga dan belajar manasik

    Kemenag meresmikan fasilitas sarana manasik di Asrama Haji Sudiang Makassar. Jadi fasilitas terbesar di Indonesia Timur. (Dok. Humas Kemenag Sulsel)
    Kemenag meresmikan fasilitas sarana manasik di Asrama Haji Sudiang Makassar. Jadi fasilitas terbesar di Indonesia Timur. (Dok. Humas Kemenag Sulsel)

    Selain menjaga kesehatan, Ikbal mengimbau calon jemaah mulai rutin melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki dan berolahraga. Kebiasaan tersebut diperlukan karena rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina yang baik, termasuk ketika melaksanakan tawaf sebanyak tujuh putaran.

    Calon jemaah juga diminta memperhatikan materi manasik, terutama tata cara bersuci, seperti berwudu, mandi, dan ketentuan bersuci lainnya. Pemahaman mengenai tata cara ibadah menjadi bekal penting agar jemaah dapat menjalankan setiap tahapan sesuai ketentuan.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Barru, Muhammad Ridwan, mengapresiasi inisiatif KBIHU PT Basmalah Utama Mandiri yang menggelar temu calon jemaah haji 2027. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi pembekalan awal untuk meningkatkan kesiapan calon jemaah, baik dari sisi kesehatan maupun pemahaman keagamaan.

    Ridwan berharap pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan agar calon jemaah haji Kabupaten Barru lebih siap menghadapi keberangkatan. Dengan persiapan sejak dini, mereka diharapkan dapat memenuhi persyaratan yang berlaku dan menjalankan ibadah haji dengan baik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More