Natalius Pigai Kecam Penembakan Pengacara di Bone

Makassar, IDN Times - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengecam keras peristiwa penembakan yang menewaskan seorang pengacara, Rudi S Gani (49), saat korban tengah makan malam bersama keluarganya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada malam menjelang tahun baru.
Dalam pernyataannya melalui akun X @NataliusPigai2 pada Jumat (3/1), Pigai menegaskan bahwa tindakan pelaku tidak dapat dibenarkan.
"Kami mengecam penembakan terhadap pengacara yang mencari keadilan tetapi menjadi korban. Perbuatan pelaku tidak bisa dibenarkan," tulisnya.
1. Pigai desak Kapolda Sulsel usut tuntas

Pigai juga mendesak Kapolda Sulawesi Selatan untuk segera mengungkap kasus tersebut secara tuntas, dengan memastikan proses hukum berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan imparsial.
"Kami berharap aparat keamanan bekerja secara profesional, objektif, transparan, dan imparsial agar keluarga korban mendapat keadilan," ujarnya.
Lebih lanjut, Pigai menyampaikan bahwa Bidang HAM di Kantor Wilayah Kementerian HAM akan melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan kasus ini ditangani dengan baik.
"Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan melaporkannya kepada Kementerian HAM," pungkasnya.
2. Hotman Paris soroti penembakan pengacara

Sebelumnya diberitakan, Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea menyoroti kasus
penembakan misterius, yang menewaskan pengaraca asal Sulawesi Selatan (Sulsel)
bernama Rudi S Gani (49).
Rudi tewas usai ditembak pada malam pergantian tahun di Dusun Limpoe, Desa Pattukulimpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, tepat di malam tahun baru 2025, Selasa (31/12/2024). malam.
3. Hotman duga pelaku orang terlatih

Melalui akun Instagram resminya, @hotmanparisofficial, Hotman menyatakan bahwa pelaku diduga merupakan individu yang sangat terlatih.
"Advokat ini tewas ditembak oleh seorang pelaku misterius yang diduga sangat terlatih," tulis Hotman melalui akun Instagram resminya @hotmanparisofficial, dikutip Jumat (3/1/2025).
Tidak hanya memberikan perhatian terhadap kasus ini, Hotman Paris juga mendesak Kapolda Sulawesi Selatan dan Kapolres Bone untuk segera mengungkap kasus serta menangkap pelaku penembakan tersebut.
"Halo Kapolda Sulsel dan Kapolres Bone, ayok tangkap pelaku," tegasnya.



















