Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Munafri Sesumbar Pembangunan Stadion Baru di Makassar tanpa APBD

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, mengikuti geladi pelantikan di Monas, Jakarta, Selasa (Dok. Istimewa)
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, mengikuti geladi pelantikan di Monas, Jakarta, Selasa (Dok. Istimewa)
Intinya sih...
  • Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan pembangunan stadion baru tidak membebani APBD.
  • Pemerintah kota menjalin pembicaraan dengan pihak ketiga untuk skema investasi inovatif dalam pembangunan stadion.
  • Munafri menegaskan rencana lokasi pembangunan stadion baru di kawasan Untia dan sekitarnya. Dia juga mencatatkan perbandingan biaya pembangunan stadion di Thailand.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pembangunan stadion baru di Makassar tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini disampaikannya usai serah terima jabatan l di DPRD Kota Makassar, Senin (3/3/2025).

Menurut Munafri, pemerintah kota tengah memastikan aset yang dimiliki agar bisa dimanfaatkan untuk pembangunan stadion. Dia juga mengungkapkan bahwa beberapa pembicaraan dengan pihak ketiga telah diadakan dengan harapan stadion dapat dibangun melalui skema investasi inovatif.

"Kita sudah menjalin beberapa pembicaraan dengan pihak ketiga. Kita berharap mudah-mudahan ini tidak terbangun oleh biaya APBD. Jadi bisa menjadi investasi yang inovatif yang bisa hadir di Kota Makassar," kata Munafri.

1. Lokasi diperkirakan di kawasan Untia

ilustrasi stadion (unsplash.com/edoering)
ilustrasi stadion (unsplash.com/edoering)

Munafri menegaskan persoalan stadion ini menjadi salah satu program utamanya. Kemungkinan dalam waktu dekat pihaknya akan memastikan aset milik Pemerintah Kota Makassar sebagai rencana lokasi pembangunan stadion baru.

"Ada kita lihat ada punyanya pemerintah kota yang ada di Untia dan sekitarnya yang akan kita lihat," kata Munafri.

2. Bandingkan pembangunan stadion Thailand

Aktifitas perbaikan di Stadion Brawijaya Kediri. IDN Times/ istimewa
Aktifitas perbaikan di Stadion Brawijaya Kediri. IDN Times/ istimewa

Munafri juga membandingkan pembangunan stadion di Thailand. Menurutnya, stadion tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun dengan kapasitas 30.000 penonton hanya dengan biaya sekitar Rp250 miliar.

"Kalau stadion pada normalnya mungkin sampai untuk kapasitas 20.000-25.000 bisa sampai di angka Rp400- 500 miliar. Tetapi kan ada beberapa stadion yang dibangun dengan kapasitas yang lebih kecil dan bisa lebih murah," jelasnya.

Dia menyebutkan ada 4 Stadion di Thailand yang bisa menjadi pembanding. Stadion-stadion itu dibangun dengan cepat kurang lebih 1 tahun dengan kapasitas 30.000 penonton dan hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp200-250 miliar.

"Tapi menurut saya ini akan kita lebih perkecil lagi sehingga yang jelas stadion ini bertaraf internasional dan punya kapasitas di atas 20.000 (penonton)," kata Munafri.

3. Bagaimana dengan Stadion Mattoanging?

Salah satu sarana olahraga di GOR Mattoanging. IDN Times/Asrhawi Muin
Salah satu sarana olahraga di GOR Mattoanging. IDN Times/Asrhawi Muin

Saat ditanya soal Stadion Mattoanging, Munafri menegaskan bahwa stadion tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan demikian, stadion tersebut bukan wewenang Pemerintah Kota Makassar untuk mengerjakan pembangunan atau renovasi.

"Mattoanging itu di luar wilayahnya kita. Itu kan punyanya pemerintah provinsi, itu haknya ada sama pemerintah provinsi," kata Munafri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ashrawi Muin
EditorAshrawi Muin
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Rapat Dewan Pengupahan Sulsel, Angka Final UMP 2026 Belum Dibahas

16 Des 2025, 21:40 WIBNews