Momen Penerimaan Maba Unhas Viral, Dosen Tanya Jenis Kelamin Mahasiswa

Makassar, IDN Times - Seorang mahasiswa baru (maba) Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dikabarkan diusir di tengah acara penerimaan maba Fakultas Hukum Unhas.
Peristiwa pengusiran terhadap maba berinisial MN (18), terjadi pada, Jumat (19/8/2022). Kejadian ini viral setelah video rekaman layar berdurasi 1 menit 5 detik beredar di media sosial.
Dalam video yang direkam seseorang dari layar laptop saat live Zoom penerimaan Maba Unhas itu, terlihat MN diapit dua dosen Fakultas Hukum Unhas yakni, Muhammad Hasrul dan Sakka Pati.
Kejadian ini berawal saat kedua dosen Unhas itu mempertanyakan identitas atau jenis kelamin MN. Kata Sakka, dalam Undang-Undang tidak ada jenis kelamin selain laki-laki dan perempuan, harus ada pilihan.
"Di KTP (kartu tanda penduduk) mu apa, laki-laki atau perempuan," tanya Sakka.
"Kartu siswa apa?, laki-laki atau perempuan," timpal Hasrul yang berada di sisi kanan MN.
"Laki-laki (di KTP)," jawab MN menunduk.
"Terus, kau mau sekali jadi perempuan atau laki-laki," lanjut Hasrul bertanya.
"Tidak keduanya, di tengah-tengah. Makanya gender netral pak," jawab MN.
"Tidak ada netral, kau-ji yang netral sendiri itu," tegas Hasrul.
"Karena saya mengidentifikasi diri saya seperti itu pak," jawab MN lagi.
"Halo, halo, halo. Panitia ambil ini (Hasrul menyuruh MN ke suatu tempat), kita tidak terima laki-laki atau perempuan di sini, salah satunya-ji diterima," kata Hasarul.
Diketahui, momen itu terjadi di Auditorium Baharuddin Lopa Fakultas Hukum Unhas, kompleks kampus Unhas Tamalanrea, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar.
1. Reaksi Rektor Unhas

Kejadian pengusiran maba Fakultas Hukum Unhas ini pun jadi heboh. Rektor Unhas, Prof Jamalauddin Jompa akhirnya angkat bicara setelah tim Humas Unhas tidak menggubris pertanyaan jurnalis.
"Saya belum lihat itu, tapi ada tim yang menyelesaikan, biasalah itu, ada accident ada perbedaan, perselisihan, tetapi kita minta untuk segera diselesaikan," terang Prof Jamaluddin Jompa kepada wartawan di Makassar, Sabtu siang (20/8/2022).
2. Prof Jamaluddin: kita minta maaf kalau perlu

Kabarnya, mahasiswa MN sempat diusir saat menjawab gender yang dia pilih ialah netral. Hal itu langsung dibantah oleh Prof Jamaluddin.
"Saya kira itu bukan pengusiran. Itu biasa bahasa-bahasa dalam setiap penerimaan (mahasiswa) baru, suara keras," katanya.
"Pasti (ambil langkah) dan kita fasilitasi seluruh kebaikan, bahwa ini Unhas inklusif, iya, dan terbuka untuk semua. Tetapi tentu kita paham terbuka peluang ada hal-hal terselip. Kita minta maaf kalau perlu," lanjut Prof Jamaluddin Jompa.
3. Permasalahan MN sudah diselesaikan

Wakil Rektor (WR) 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof Muh. Ruslin mengatakan, persoalan mahasiswa MN sudah diselesaikan di Fakultas Hukum.
"Masalah itu sudah diselesaikan oleh pak Dekan (Hukum) tadi pagi bersama orang tuanya (MN), mahasiswanya, dan ada juga dosennya. Ini sudah selesai," tutup Ruslin.


















