Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menerka Imbas Perang Rusia-Ukraina bagi Ekonomi Sulsel

Menerka Imbas Perang Rusia-Ukraina bagi Ekonomi Sulsel
Petugas mengawasi aktivitas bongkar muat peti kemas saat pelepasan ekspor komoditas pertanian serentak di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (14/8/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Share Article

Makassar, IDN Times - Meski terpisah 10 ribu kilometer, riak-riak perang Rusia-Ukraina tetap terasa hingga Sulawesi Selatan. Invasi militer Rusia yang terjadi sejak 21 Februari lalu menandai babak baru hubungan dua negara tetangga yang tak pernah akur sejak tahun 2014.

Menurut dosen Hubungan Internasional Universitas Bosowa, Muhammad Fahmi, kekhawatiran terbesar ada pada sektor ekonomi baik di level lokal dan nasional.

"Konflik tersebut bakalan berimbas pada kenaikan harga migas dunia sehingga Indonesia, yang beban APBN untuk subsidi migasnya cukup besar, akan diberatkan. Akibatnya, ada potensi inflasi," ujar Fahmi saat dihubungi IDN Times pada Sabtu siang (26/2/2022).

1. Melambungnya harga minyak dunia bakal memicu inflasi secara luas

Ilustrasi kilang minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi kilang minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Berdasarkan laporan Reuters Jumat kemarin (25/2/2022), harga minyak dunia kini melambung ke level US$ 91,94/barel. Pada Kamis sebelumnya (24/2/2022), tiga hari setelah invasi Rusia di Ukraina, angkanya bahkan sempat menembus US$ 105/barel.

Di sisi lain, jika melihat tren, persentase inflasi nasional menurut Bank Indonesia memang meningkat selama enam bulan terakhir. Dari 1,59 persen pada September 2021, menjadi 2,18 persen pada Januari lalu. Tapi, ini masih dalam level ringan.

Sedangkan dalam data milik Badan Pusat Statistik (BPS), Sulsel baru saja mencatat angka inflasi tertinggi dalam tiga tahun terakhir, yakni 2,40 persen.

2. Inflasi akan memicu harga kebutuhan pokok berpotensi naik

Ilustrasi beberapa kebutuhan pokok beserta harga yang ditawarkan di pasar murah. IDN Times/Alfi Ramadana
Ilustrasi beberapa kebutuhan pokok beserta harga yang ditawarkan di pasar murah. IDN Times/Alfi Ramadana

Efek domino perang Rusia-Ukraina juga akan terasa hingga ke pasar, tempat transaksi jual-beli dan kebutuhan pokok diperdagangkan. Fahmi menyebut konsumsi khalayak umum kemungkinan ikut dipicu merangkaknya level inflasi.

"Timing-nya juga agak merepotkan. Karena sebentar lagi kita masuk bulan Ramadan, di mana pola konsumsi masyarakat yang meningkat bakalan mendorong kenaikan harga barang juga," imbuhnya.

3. Stok gandum Sulsel yang diimpor Ukraina ikut terancam

Ilustrasi gandum dan roti. (Pexels.com/Mariana Kurnyk)
Ilustrasi gandum dan roti. (Pexels.com/Mariana Kurnyk)

Imbas lainnya, neraca perdagangan Sulsel ikut terancam. Selama ini, Rusia jadi salah satu tujuan utama sejumlah komoditi ekspor seperti pala, cengkeh dan briket arang tempurung kelapa. Berdasarkan data BPS, nilainya mencapai miliaran Rupiah.

Kemudian dari segi impor, upaya pemenuhan stok gandum lokal bisa terganggu. Dengan angka mencapai 15,67 persen pada tahun 2021, Ukraina dikenal sebagai salah satu eksportir gandum untuk Sulsel. Gandum sendiri menjadi bahan baku untuk tepung serta pakan tenak. Alhasil, sektor peternakan serta usaha rumahan berbasis kuliner harus memutar otak jika pasokannya tersendat.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ach. Hidayat Alsair
3+
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Pemprov Sulsel Dorong Jalan Barombong Masuk Usulan Inpres Jalan Daerah

27 Jun 2026, 22:10 WIBNews