MBG Telat Dibagikan hingga Malam, BGN Hentikan Dua SPPG di Sulsel

- BGN menghentikan sementara dua SPPG di Makassar dan Pangkep setelah distribusi Program Makan Bergizi Gratis terlambat hingga malam dan viral di media sosial.
- Investigasi awal menemukan bahan baku tidak siap serta proses pengemasan menyalahi SOP, menyebabkan keterlambatan distribusi paket makanan ke sekolah penerima manfaat.
- Paket yang tertunda tidak dibagikan kembali dan diganti dengan bahan baru, sementara BGN melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa.
Makassar, IDN Times – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Selatan setelah distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terlambat hingga malam hari dan viral di media sosial. Kedua dapur program tersebut berada di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Penghentian operasional berlaku mulai 16 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil setelah BGN menerima laporan pengaduan serta melakukan investigasi awal terkait dugaan kelalaian dalam proses pengendalian mutu dan kesiapan distribusi program.
1. Bahan baku tidak siap, proses pengemasan menyalahi SOP

Dua SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya yakni SPPG Makassar Biringkanaya Sudiang 2 dan SPPG Pangkajene dan Kepulauan Bungoro Samalewa 1. Langkah tersebut diambil sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut terhadap pengelolaan distribusi program MBG di lapangan.
Hasil pemantauan awal menunjukkan adanya ketidaksiapan bahan baku serta proses pengemasan yang tidak berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan distribusi paket makanan kepada sejumlah sekolah penerima manfaat.
Dalam salah satu kejadian, distribusi paket MBG bahkan baru dilakukan hingga malam hari sehingga tidak dapat diterima oleh sekolah pada hari yang sama karena gerbang sekolah telah ditutup.
2. Video keterlambatan distribusi sempat viral
Peristiwa keterlambatan distribusi MBG tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah video keluhan beredar di media sosial. Dalam video yang viral, terlihat paket makanan baru tiba di sekolah pada malam hari sehingga tidak bisa disalurkan kepada siswa.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan pihaknya memandang serius setiap gangguan dalam pelaksanaan program MBG karena menyangkut pelayanan langsung kepada para siswa penerima manfaat.
“Program MBG adalah program strategis negara yang menyangkut kepercayaan masyarakat. Karena itu setiap pelaksana di lapangan wajib menjalankan SOP secara disiplin, terutama dalam aspek keamanan pangan dan ketepatan distribusi,” ujar Nanik dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, keterlambatan distribusi hingga malam hari tidak boleh terulang karena berpotensi mengganggu kualitas layanan program bagi siswa di sekolah.
3. Distribusi diganti dengan bahan baru

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa investigasi awal menemukan adanya kendala pada pasokan bahan baku dari pemasok. Hal tersebut berdampak pada proses pengemasan hingga pengiriman paket MBG ke sekolah penerima manfaat.
“Temuan awal menunjukkan proses pengendalian mutu serta persiapan distribusi belum dijalankan secara optimal sehingga menyebabkan keterlambatan pengiriman paket MBG kepada penerima manfaat,” kata Rudi.
BGN memastikan paket makanan yang tidak dapat disalurkan pada hari kejadian tidak dibagikan kembali jika berpotensi menurunkan kualitas. Sebagai gantinya, distribusi dilakukan kembali pada hari berikutnya dengan menggunakan bahan makanan yang baru.
Selain itu, BGN juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi, manajemen bahan baku, serta kesiapan operasional SPPG agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.


















