Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mabes Polri Utus Tim Selidiki Polemik Batalyon 120 Makassar
Markas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jl Perintis Kemerdekaan Km 17, Makassar. Dahrul Amri/IDN Times Sulsel

Makassar, IDN Times - Mabes Polri memberi perhatian terhadap penggerebekan sekretariat organisasi kemasyarakatan Batalyon 120 di Kota Makassar beberapa waktu lalu. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tallo Iptu Faizal dicopot usai kejadian itu.

Tim Inspektorat Khusus (Itsus) Polri datang dari Jakarta untuk menyelidiki polemik penggerebekan ormas dan pencopotan pejabat polisi. Mereka ingin mencari tahu keterkaitan kedua hal tersebut.

"Benar, (tim Itsus) sudah di Makassar mau cek pemberitaan soal itu," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana kepada IDN Times lewat WhatsApp, Rabu malam (14/9/2022).

1. Tim Itsus Polri investigasi berdasarkan informasi di pemberitaan

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana. (IDN Times/Sahrul Ramadan)

Komang mengaku tidak begitu banyak tahu tentang rencana kedatangan tim Itsus Mabes Polri ke Makassar. Dia berjanji akan memberi tahu perkembangan selanjutnya.

"Dalam rangka investigasi pemberitaan itu saja yang saya tahu. Nanti saya cek lagi," terangnya.

Anggota Thunder Direktorat Samapta Polda Sulsel menggerebek markas Batalyon 120 di Jalan Korban 40 Ribu Jiwa Makassar, Minggu (11/9/2022). Sebanyak 48 orang ditangkap dan ditahan di Polsek Tallo, meski akhirnya dibebaskan. Polisi turut menyita ratusan anak panah dan senjata tajam lainnya.

2. Iptu Faizal dicopot usai penggerebekan

Ratusan anak panah disita saat razia di Sekretariat Batalyon 120 yang berlokasi di Jalan Korban 40.000 Jiwa Makassar, Minggu (11/9/2022). IDN Times/Istimewa

Kapolrestabes Makassar, Kombes Budhi Haryanto mencopot Iptu Faizal dari jabatan sebagai Kanit Reskrim Polsek Tallo usai kejadian itu. Alasannya, karena Iptu Faizal dinilai tidak menerapkan restorastive justice terkait penggerebekan sekretariat Ormas Batalyon 120 di Tallo.

"Saya selaku Kapolres punya program dari awal dekatkan diri kalian dengan masyarakat. Kita mempunyai wadah yaitu  restorastive justice, diatur dalam Peraturan Polisi Nomor 8 Tahun 2021. Ini dibenarkan dalam aturan, namun faktanya adalah Kanit tidak melakukan," kata Budhi kepada wartawan beberapa waktu lalu.

"Puncaknya kemarin, karena sudah lama Kapolsek juga mengeluhkan Kanit reserse ini. Puncaknya kemarin, harusnya Kanit itu seketika mererima laporan itu dia segera mendatangi TKP untuk mengecek kebenaran itu, tapi dia tidak lakukan sehingga berita ini menjadi blunder," Budhi melanjutkan.

3. Danny klaim Batalyon 120 berperan menekan angka kriminalitas

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto saat menjelaskan fungsi Ormas Batalyon 120 di Polrestabes Makassar, Selasa (13/9/2022). IDN Times Sulsel/Dahrul Amri

Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengklaim ormas Batalyon 120 berperan membantu aparat keamanan dan pemerintah. Ormas yang dibentuk dari hasil diskusi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) itu disebut cukup berhasil mengurangi kasus kekerasan di jalan hingga peran kelompok.

"Jadi sejak Batalyon 120 bekerja efektif, berkurang drastis aksi-aksi kriminalitas di Kota Makassar.

"Kejadian kemarin itu diawal dengan niat baik (Batalyon 120) yang meminta mantan pelaku kriminal dari daerah untuk menyetor (senjata tajam) ini semua. Mereka kalau mau sadar harus menyetor ini semua. Adanya Batalyon ini tidak lain agar menjaga kota ini aman," dia melanjutkan.

Editorial Team

Related Article