Logistik Pemilu 2024 Bermasalah, KPU Makassar sebut Human Error

Makassar, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menjelaskan terkait permasalahan logistik pemilu yang terjadi di Kota Makassar. Ada berbagai masalah dalam distribusi logistik yang berimbas pada pelaksanaan pemungutan suara.
Ketua KPU Kota Makassar, Hamballie, menyampaikan masalah logistik ini karena adanya kelalaian manusia atau human error. Hal ini menyebabkan proses distribusi juga terhambat.
"Human error dalam proses pengirimannya. Ada beberapa yang kurang. Dari percetakannya kurang," kata Hambaliie, Kamis (15/2/2024).
1. Masalah saat pengiriman logistik

Hambaliie juga menyebut ada masalah saat pengiriman. Kendati demikian, dia mengklaim masalah distribusi logistik ini sudah selesai.
"Itu memang karena pengiriman logistik yang ada tertukar di proses pengiriman logistik. Ada yang dianggap kekurangan. Sudah selesai semua," kata Hamballie.
Sebelumnya, KPU juga menjelaskan alasan keterlambatan distribusi logistik ini dikarenakan kurangnya armada pengangkut logistik. Rupanya, armada pengangkut logistiknya terbatas.
2. Berbagai masalah logistik pemilu

Meski mengeklaim bahwa masalah distribusi logistik ini sudah selesai namun fakta di lapangan tidak demikian. Logistik yang telat tiba, mengakibatkan pelaksanaan pemungutan suara molor.
Molornya pemungutan suara berimbas pula pada terlambatnya perhitungan suara di berbagai TPS. Pemungutan suara sejatinya dijadwalkan pukul 07.00 - 13.00 WITA.
Perhitungan suara yang juga tertunda bukan saja diakibatkan terlambatnya pemungutan suara namun ada kekurangan dokumen. Ada beberapa TPS yang sempat menunda perhitungan suara gegara tidak ada formulir C hasil.
Masalah ini belum termasuk kotak suara yang tidak tersegel. Kemudian kertas suara rusak yang diduga telah tercoblos.
3. Masih tahap rekapitulasi hasil suara

Soal hasil perhitungan suara ini, Hambaliie tak berbicara banyak. Pasalnya, dia belum memantau aplikasi Sirekap. Namun pihaknya masih sementara merekapitulasi hasil perhitungan suara.
"Saya belum pantau Sirekap. Nanti koordinasi dengan teman-teman teknis yang memantau langsung Sirekap karena saya koordinasi langsung teman-teman di lapangan," katanya.



















