Makassar, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menemukan masih ada data pemilih bermasalah. Sedikitnya ada lebih dari 5.000 data pemilih bermasalah di tingkat RT/RW untuk pemilihan kepala daerah Kota Makassar 2020. Sementara data Pemerintah Kota Makassar sekitar 7.000 orang.
Ketua KPU Kota Makassar, Farid Wajdi, membeberkan hasil penelusuran KPU Makassar dari e-coklit, ada sebaran data pemilih lebih dari 5 ribu di tingkat RT/RW yang bermasalah. Ini juga tidak sinkron dengan data pemilih Pemkot yang berjumlah 7 ribu. Ada 256 RW dan 2.863 RT yang tidak jelas pada data awal dari DP4.
"Berarti asumsinya adalah banyak warga yang tidak terdata atau nanti kita lakukan coklit, apakah ada warga yang tidak terdata sehingga ini perlu dilakukan untuk memastikan hak pilih warga Kota Makassar bisa disampaikan," ujar Farid di usai mengikuti rakor tentang tahapan Pilkada serentak di Kantor Wali Kota Makassar, Jumat (12/6).
