Kesehatan mental dan juga kesehatan fisik berjalan beriringan. Keduanya saling berkaitan satu sama lain. Jika kesehatan fisik mengalami penurunan, maka juga berdampak pada kesehatan mental. Begitu juga sebaliknya, jika kesehatan mental terganggu, maka tentu memengaruhi kesehatan fisik juga. Oleh karena itu, meski masalah gangguan mental kerap terjadi pada dewasa muda, namun kondisi tersebut bisa terjadi pada semua kelompok usia, termasuk pada orang lanjut usia atau lansia.
Perlu diketahui bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), melaporkan bahwa populasi dunia yang berusia di atas 60 tahun, akan meningkat hampir dua kali lipat dari 12 persen pada tahun 2015 menjadi 22 persen pada tahun 2050. Nah, 15 persen dari populasi tersebut, pada bulan Desember 2017, sudah menderita gangguan mental. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah, mengingat dari tahun ke tahun bahwa biaya hidup semakin meningkat. Perlu diketahui bahwa biaya hidup yang semakin tinggi juga merupakan salah satu faktor yang memicu terjadinya gangguan mental, baik pada kelompok dewasa muda maupun dewasa tua (lansia).
Pada usia yang lebih tua, kesehatan mental tidak hanya dibentuk oleh lingkungan fisik dan sosial, namun juga oleh dampak kumulatif dari pengalaman hidup sebelumnya dan pemicu stres spesifik yang berhubungan dengan penuaan. Paparan kehilangan, hilangnya kapasitas intrinsik secara signifikan, dan penurunan kemampuan fungsional, semuanya bisa mengakibatkan tekanan psikologis.
Menurut data dari WHO, isolasi sosial dan kesepian, yang memengaruhi sekitar seperempat orang lanjut usia, adalah faktor risiko utama pada kondisi kesehatan mental di kemudian hari. Begitu juga dengan pelecehan fisik terhadap lansia yang mencakup segala jenis pelecehan fisik, verbal, psikologis, seksual, atau finansial, serta penelantaran. Masih menurut data dari WHO, satu dari enam lansia, mengalami pelecehan yang dilakukan oleh pengasuh mereka sendiri. Perlu diketahui bahwa pelecehan terhadap orang dewasa yang lebih tua memiliki konsekuensi yang serius dan bisa menyebabkan depresi dan kecemasan.
Namun sayangnya kesehatan mental pada orang lanjut usia sering luput dari perhatian karena tidak teridentifikasi atau tidak disadari atau karena mereka cenderung tidak mencari pertolongan atau diagnosis, atau gejala gangguan mental yang mereka miliki diabaikan oleh orang disekitarnya. Sebagai contoh, beberapa orang mungkin mengira gejala depresi hanyalah gejala normal seiring bertambahnya usia. Padahal, meskipun banyak masalah yang terjadi secara alami sebagai bagian dari proses penuaan, penyakit mental bukanlah sesuatu yang berdampak pada setiap pasien lanjut usia, apalagi jika mereka mampu menjaga kesehatan mental dan fisiknya dengan baik.
Perlu diketahui bahwa gangguan mental yang tidak diobati pada orang lanjut usia, bisa menyebabkan berkurangnya fungsi tubuh, peningkatan kecacatan, penurunan kognitif, penyalahgunaan zat, peningkatan angkatan kematian termasuk bunuh diri. Bahkan penelitian juga menunjukkan bahwa penyakit mental bisa memperlambat penyembuhan penyakit fisik.
Nah, berikut ini ulasan beberapa gangguan mental yang rentan dialami oleh para lansia.
