Kemenag Sulsel Buka Bimbingan Manasik Haji di Maros

Makassar, IDN Times - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel Ali Yafid membuka bimbingan manasik jemaah haji Kabupaten Maros tahun 2025. Manasik digelar di Masjid Agung Maros, Selasa (21/1/2025).
Di hadapan ratusan peserta bimbingan manasik Ali Yafid menyampaikan substansi berhaji. Dia mengyebut kehidupan orang berhaji, tujuannya membuat tatanan masyarakat tenang damai. Kehidupan damai di tanah suci, diharapkan bisa diterapkan saat kembali ke Tanah Air.
“Di padang Arafah nanti, hanya satu pakaian, mau siapa jabatannya, wajib pakaian ihram. Artinya, semua sama di hadapan Allah, yang membedakan iman dan takwa. Kalau pejabat, bantulah yang membutuhkan. Kalau kaya, bantu keluarga yang tidak mampu," katanya.
“Di Tanah Suci, juga harus saling membantu: yang muda-muda bantu Lansia. Siapa pun nanti saling bantu. Mudah-mudahan bisa dilakukan,” Ali menambahkan.
Ali Yafid berpesan agar para jemaah haji mengerti perspektif sufistik berhaji, yaitu memburu makbul dan mabrur. Memenuhi syarat dan rukun haji berarti sudah makbul. Sedangkan mabrur terlihat di kampung setelah melaksanakan haji, terwujud dalam perilaku yang baik dan membawa kebermanfaatan.
Kenapa mesti ke tanah suci? Kakanwil Ali Yafid mengurai bahwa Kabah merupakan rumah pertaubatan. “Makanya, kita diperintahkan ke sana. Betul-betul mengakui salah khilaf, untuk bertaubat, supaya bisa menjadi manusia yang lebih baik.”
Untuk itu, menurutnya penting dilaksanakan bimbingan manasik haji, supaya jemaah bisa paham dan lebih mandiri dalam beribadah di Tanah Suci. “Kemenag, hadir melayani jemaah haji secara maksimal: dari Tanah Air hingga Tanah Suci. Hanya satu yang tidak ditanggung kemenag, nyawa kita saja. Pesawat, makan, hotel dan sebagainya difasilitasi," dia menambahkan.
Kepala Kantor Kemenag Maros Muhammad, menyampaikan terkait kegiatan bimbingan manasik bagi jemaah haji Kabupaten Maros. Dia menyatakan tidak ada pungutan bagi jemaah haji Maros tahun 2025.
“Bimbingan manasik haji dari KBIH ini resmi: akan dibimbing dari tanah air hingga tanah suci. Biayanya resmi. Semua untuk memenuhi kebutuhan jemaah dalam pemenuhan pengetahuan dan keterampilan melaksanakan ibadah haji.”



















