Makassar, IDN Times - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar angkat bicara menyikapi stigma hingga tudingan yang menimpa dokter dan tenaga kesehatahan (nakes), terkait untung besar di balik penanganan pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.
Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin mengatakan, ada yang menganggap nakes dan tenaga medis rumah sakit, seperti dokter, memanfaatkan dan mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat, dalam penetapan status pasien COVID-19. Padahal tudingan itu tidak bedasar.
"Itu semua tidak benar dan fitnah. Pertanyaannya negara dapat uang dari mana ratusan juta dikalikan semua pasien COVID-19 se-Indonesia?," kata dr Yudi dalam rilis pers yang diterima jurnalis, Sabtu (6/6).
