Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (kiri) bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman (kanan) usai menghadiri perayaan hari jadi Sulsel ke-351 di Kantor DPRD Sulsel, Senin (19/10/2020). IDN Times/Istimewa
Nurdin menyebut Sulsel menjadi salah satu provinsi di Kawasan Timur Indonesia yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional. Namun tidak terelakkan, pandemik COVID-19 memberikan tekanan yang luar biasa terhadap seluruh sektor perekonomian daerah.
Nurdin menyebut momentum hari jadi ini juga secara khusus untuk seluruh Petani dan nelayan. Sebab dalam kondisi seperti ini, ketersediaan pangan menjadi salah satu faktor kunci menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat.
"Sebagai wujud apresiasi pemerintah daerah dan DPRD, perhatian dan kebijakan untuk sektor pertanian dan perikanan ini tetap menjadi prioritas utama dalam mendorong belanja pemulihan ekonomi," kata dia.
Untuk menjaga ketahanan ekonomi Sulsel, Pemprov juga mengajak lembaga perbankan dan lembaga swadaya masyarakat penggiat pemberdayaan untuk bersama-sama membangun perekonomian desa. Atara lain melalui pengembangan dan penyehatan Badan Usaha Milik Desa. Pemprov juga mengajak sektor swasta turut ambil bagian mengakselerasi percepatan pemulihan ekonomi.
Di momentum hari jadi ini, Sulsel mencoba merefleksikan kembali berbagai produk masyarakat Sulsel yang telah menjadi ikon dan kebanggaan. Oleh karena itu, kemasan hari jadi Sulsel yang ke-351 ini diusung dengan tema 'Mengembalikan Kejayaan Komoditas Unggulan Sulsel yang Berdaya Saing Tinggi'.
Artinya, kondisi saat ini dirasakan bersama bahwa beberapa komoditi Sulsel harus dibangkitkan kembali. Misalnya kejayaan Sutra, Udang Windu dan Jeruk Keprok Selayar. Komoditi tersebut telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Sulsel, sehingga wajib untuk dibangkitkan kembali.
"Dirgahayu Sulawesi Selatan yang ke 351. Semoga kita semua tetap diberikan bimbingan dan perlindungan di dalam membangun agama bangsa dan negara," ucapnya.