Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hilang Dua Tahun, Perempuan Asal Wajo Ternyata Dibunuh di Morowali
Jenazah Paramita Titania Angelica alias Mita (26), perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dibunuh oleh sopir travel dalam perjalanan ke Morowali, Sulawesi Tengah. Dok. Istimewa
  • Misteri hilangnya Paramita Titania Angelica alias Mita selama dua tahun terungkap setelah penyelidikan Polres Wajo.
  • Polisi menyebut Mita meninggal saat perjalanan dari Wajo ke Morowali pada Juli 2024, dengan Alber sebagai orang terakhir bersamanya.
  • Alber diamankan di Mamuju dan diserahkan bersama barang bukti kepada Polres Morowali karena lokasi dugaan kejadian berada di wilayah hukumnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (22/7/2024)

Mita berangkat dari Desa Bottodongga, Kabupaten Wajo, menuju Morowali sekitar pukul 17.00 Wita bersama Alber menggunakan mobil travel.

Keesokan harinya

Sekitar pukul 09.00 Wita, ibu Mita menghubunginya. Setelah menjawab bahwa dirinya sudah dekat, tidak ada lagi komunikasi dan handphone korban tidak aktif.

9 Agustus 2024

Keluarga melaporkan Mita hilang ke Polres Wajo. Penyelidikan kemudian dilakukan selama kurang lebih dua tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polisi mengungkap kasus hilangnya Paramita Titania Angelica alias Mita setelah dua tahun dan mengamankan Alber alias Latu.
  • Who?
    Paramita Titania Angelica alias Mita (26), Alber alias Latu (37), Polres Wajo, dan Polres Morowali Polda Sulawesi Tengah.
  • Where?
    Perjalanan dari Wajo ke Morowali, serta jurang di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali.
  • When?
    Mita berangkat pada Senin (22/7/2024), sedangkan keluarga melaporkan kehilangan pada 9 Agustus 2024.
  • Why?
    Motif diduga rasa sakit hati setelah Alber mengaku tersinggung oleh perkataan korban mengenai pekerjaannya sebagai sopir dan perkataan kepada adiknya.
  • How?
    Menurut pengakuan Alber, ia memukul belakang leher Mita sekali dengan kunci roda, lalu membawa jasadnya ke jurang di Desa Kolono.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mita pergi naik mobil travel bersama Alber ke Morowali. Setelah itu, Mita tidak bisa dihubungi lagi. Polisi mencari selama dua tahun. Polisi lalu menemukan Alber di Mamuju. Alber mengaku memukul Mita dengan kunci roda. Polisi menyerahkan Alber dan barang bukti ke Polres Morowali.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyelidikan Polres Wajo sejak laporan orang hilang diterima menghasilkan pengungkapan setelah sekitar dua tahun. Sejumlah petunjuk mengarah kepada Alber sebagai orang terakhir bersama Mita, hingga ia diamankan di Mamuju. Penyerahan tersangka dan barang bukti ke Polres Morowali juga dilakukan sesuai wilayah hukum lokasi dugaan kejadian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Misteri hilangnya Paramita Titania Angelica alias Mita (26), perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya terungkap setelah dua tahun. Mita ternyata menjadi korban pembunuhan yang dilakukan sopir travel, Alber alias Latu (37).

Polisi mengungkap, Mita dibunuh saat dalam perjalanan dari Wajo menuju Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Juli 2024. Jasad korban kemudian dibuang ke dalam jurang di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, dengan kedalaman mencapai sekitar 60 meter.

1. Mita hilang setelah naik travel ke Morowali

Jenazah Paramita Titania Angelica alias Mita (26), perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dibunuh oleh sopir travel dalam perjalanan ke Morowali, Sulawesi Tengah. Dok. Istimewa

Kapolres Wajo, AKBP Douglas Mahendrajaya mengatakan, Alber merupakan orang terakhir yang bersama korban sebelum Mita dinyatakan hilang. Mita berangkat dari Desa Bottodongga, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, menuju Morowali pada Senin (22/7/2024) sekitar pukul 17.00 Wita.

Korban dijemput menggunakan mobil travel Toyota Avanza hitam bernomor polisi DD 1725 XA yang dikemudikan Alber. Saat itu, hanya Mita dan Alber yang berada di dalam mobil.

Keesokan harinya sekitar pukul 09.00 Wita, ibu korban sempat menghubungi Mita melalui telepon.

“Ibunya bertanya, ‘Sudah di mana, Nak?’ Kemudian korban menjawab, ‘Saya sudah dekat.’ Setelah itu tidak ada lagi komunikasi dan handphone korban sudah tidak aktif,” kata Douglas.

2. Dipukul pakai kunci roda hingga tewas

Jenazah Paramita Titania Angelica alias Mita (26), perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dibunuh oleh sopir travel dalam perjalanan ke Morowali, Sulawesi Tengah. Dok. Istimewa

Keluarga kemudian melaporkan Mita hilang ke Polres Wajo pada 9 Agustus 2024. Polisi melakukan penyelidikan selama kurang lebih dua tahun. Sejumlah petunjuk mengarah kepada Alber sebagai orang terakhir yang bersama korban.

Alber akhirnya ditangkap Resmob Polres Wajo di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Dalam pemeriksaan, Alber mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap Mita hingga korban meninggal dunia.

“Menurut pengakuannya, tersangka memukul bagian belakang leher korban menggunakan kunci roda mobil sebanyak satu kali hingga korban meninggal dunia,” ujar Douglas.

Setelah itu, Alber membawa jasad Mita dan membuangnya ke dalam jurang di wilayah Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Morowali.

Tersangka juga mengambil dua unit handphone Android dan dompet korban yang berisi kartu ATM BRI dan BNI. Kunci roda yang digunakan untuk memukul korban kemudian dibuang ke sungai.

3. Sempat kabur ke Papua, curi uang korban Rp62 juta

Paramita Titania Angelica alias Mita (26), perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dibunuh oleh sopir travel dalam perjalanan ke Morowali, Sulawesi Tengah. Dok. Istimewa

Polisi menyebut Alber juga mengambil uang dari rekening milik Mita. Total uang yang diambil mencapai sekitar Rp62.040.000. Uang tersebut ditarik secara tunai melalui BRILink dan ditransfer ke sejumlah rekening.

Setelah kejadian, Alber sempat melarikan diri ke Papua selama kurang lebih satu tahun. Ia kemudian kembali dan bersembunyi di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang, Mamuju.

"Lokasi persembunyian tersebut diketahui minim jaringan telekomunikasi dan hanya memiliki satu akses jalan masuk," bebernya.

Polres Wajo kemudian menyerahkan Alber beserta barang bukti kepada Polres Morowali Polda Sulawesi Tengah karena lokasi dugaan pembunuhan berada di wilayah hukum tersebut.

"Sejumlah barang bukti yang diamankan di antaranya pakaian dalam korban serta perhiasan milik Mita berupa gelang, kalung, cincin, dan anting," kata Douglas.

Douglas menegaskan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan panjang sejak laporan orang hilang diterima pada 9 Agustus 2024.

“Sekali lagi kami segenap keluarga besar Polres Wajo menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya saudari Paramita Titania Angelica,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article