Asma, pedagang sayur di Pasar Terong, Makassar, Jumat (31/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Pedagang lainnya, Asma (48), juga mengatakan harga sejumlah komoditas mulai naik sejak beberapa hari terakhir. Menurutnya, wortel menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup tajam.
"Kalau wortel sudah sekitar satu minggu naik. Harga per kilogram dari Rp15 ribu jadi Rp20 ribu untuk yang ukuran besar," katanya.
Asma yang telah berjualan selama empat tahun di sana itu mengatakan seluruh pasokan sayuran diperoleh dari Malino. Namun, dia menilai kenaikan harga yang diterima pedagang tidak sepenuhnya berasal dari petani, melainkan dipengaruhi rantai distribusi.
"Kalau dari sananya kayaknya tidak. Kita kan tangan ke tangan, tiga kali lompat baru sampai ke penjual," katanya.
Menurut Asma, harga komoditas di pasar juga sangat tidak menentu. Dalam hitungan hari, harga bisa naik lalu kembali turun sehingga pedagang kesulitan menentukan harga jual.
Dia mengaku sering menerima keluhan dari pembeli ketika harga naik. Di sisi lain, pedagang juga tidak bisa menjual lebih murah karena modal belanja ikut meningkat.
"Petani bingung, kita penjual bingung juga karena kita beli mahal, tapi pembeli maunya murah. Padahal memang sudah dari sananya," katanya.
Kondisi tersebut membuat keuntungan pedagang tidak menentu. Bahkan, dalam beberapa kesempatan modal yang dikeluarkan tidak kembali sepenuhnya karena penjualan menurun saat harga sedang tinggi.
"Kadang modal Rp500 ribu, yang kembali cuma Rp300 ribu. Modal tidak kembali karena pembeli bilang kenapa naik lagi," katanya.