Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gelontorkan Anggaran Besar Beasiswa S1-S3, Gubernur Sulteng Panen Pujian
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid/Dok. sultengprov.go.id
  • Program Berani Cerdas Sulawesi Tengah menyediakan beasiswa kuliah gratis dan menjadi bagian dari Sembilan Program BERANI.
  • Anggaran pendidikan Berani Cerdas 2026 mencapai Rp351 miliar, naik lebih dari empat kali lipat dibandingkan tahun pertama.
  • Hingga 5 September 2026, tercatat 32.342 pendaftar Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 di tengah tekanan fiskal daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
20 Februari 2025

Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido dilantik.

April 2025

Program Berani Cerdas mulai berjalan.

29 Desember 2025

Anwar Hafid memaparkan capaian Berani Cerdas dan kendala kepercayaan publik pada tahap awal pelaksanaan.

8-9 Januari 2026

Anwar Hafid mengumumkan perluasan beasiswa ke jenjang S2 dan S3 untuk bidang strategis daerah.

Pertengahan 2026

Pemprov Sulawesi Tengah tetap menggelontorkan ratusan miliar rupiah untuk beasiswa gratis di tengah tekanan fiskal.

awal September 2026

Nama Anwar Hafid menjadi trending topic di media sosial setelah utas Arie Kriting tentang program nyata gubernur untuk rakyat.

Hingga 5 September 2026

Data situs resmi program mencatat 32.342 pendaftar untuk Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Program Beasiswa Berani Cerdas memberi beasiswa kuliah gratis dan diperluas hingga jenjang S2 serta S3.
  • Who?
    Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menjalankan program ini bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
  • Where?
    Program dijalankan di Sulawesi Tengah; pengukuhan Berani Cerdas berlangsung di Kantor Gubernur, Palu.
  • When?
    Program mulai berjalan April 2025. Hingga 5 September 2026, tercatat 32.342 pendaftar.
  • Why?
    Perluasan S2 dan S3 ditujukan untuk bidang strategis daerah yang disebut menjadi kebutuhan Sulawesi Tengah.
  • How?
    Program dibiayai anggaran pendidikan Rp351 miliar pada 2026, dengan Rp264 miliar untuk beasiswa perguruan tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Anwar Hafid punya program Berani Cerdas di Sulawesi Tengah. Program ini memberi beasiswa kuliah gratis. Ada banyak anak muda di sana, termasuk generasi Z. Beasiswanya juga untuk S2 dan S3 di beberapa bidang. Sampai 5 September 2026, ada 32.342 orang yang mendaftar. Pemerintah daerah tetap menyiapkan uang untuk program ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cakupan Berani Cerdas yang meliputi jenjang perguruan tinggi, S2, dan S3 membuka dukungan pendidikan bagi sasaran yang beragam. Bidang studi pascasarjana dipilih sesuai kebutuhan daerah, sementara penerima diwajibkan kembali mengabdi di Sulawesi Tengah. Pendaftar yang mencapai 32.342 orang menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap program tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Nama Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendadak jadi trending topic di media sosial pada awal September 2026. Berawal dari utas komika Arie Kriting yang menanyakan provinsi mana yang gubernurnya benar-benar punya program nyata buat rakyat. Warganet ramai-ramai menyebut satu nama: Anwar Hafid, lewat program beasiswa kuliah gratis bertajuk Berani Cerdas.

Anwar Hafid sendiri sejak awal sudah percaya diri dan mengklaim program ini istimewa. "Saya kira di Indonesia ini belum ada provinsi yang bisa memberi program sebanyak ini," ujarnya saat mengukuhkan Berani Cerdas di Kantor Gubernur, Palu, 8 Januari 2026 lalu.

Berani Cerdas merupakan bagian dari Sembilan Program BERANI yang menjadi fondasi kebijakan pembangunan Sulawesi Tengah. Bersama program Berani Sehat, Berani Cerdas menjadi dua program yang telah berjalan penuh dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dalam tahun pertama pemerintahan.

1. Sasarannya generasi yang memang mendominasi populasi Sulteng

ilustrasi kuliah (unsplash.com/javier trueba)

Sulawesi Tengah adalah provinsi terluas di Pulau Sulawesi, membentang 61.841 km² dengan 12 kabupaten dan 1 kota. Total penduduknya sekitar 3,16 juta jiwa per Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis BPS Sulteng Mei 2026.

Yang menarik, generasi Z ternyata mendominasi struktur penduduk provinsi ini dengan porsi 26,40 persen, disusul generasi milenial di angka 24,41 persen. BPS bahkan menyebut Sulteng kini memasuki fase bonus demografi dengan rasio ketergantungan hanya 46, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung 46 orang non-produktif. Artinya, lebih dari seperempat penduduk Sulteng ada tepat di rentang usia sasaran Berani Cerdas.

Program Berani Cerdas, kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, merupakan bagian dari upaya Pemprov Sulteng memperluas akses pendidikan dan mengentaskan kemiskinan.

“Anggaran Rp351 miliar ini merupakan upaya Bapak Gubernur untuk mengentaskan kebodohan sekaligus kemiskinan. Fondasi membangun peradaban Sulawesi Tengah adalah pendidikan,” katanya, dkitup ANTARA, Selasa, 7 Juli 2026.

2. Lahir April 2025, anggaran Berani Cerdas langsung diperbesar 4 kali lipat

ilustrasi Anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Program Berani Cerdas mulai berjalan April 2025, tak lama usai Anwar Hafid dan Wagub Reny Lamadjido dilantik pada 20 Februari 2025. Tahun pertamanya, Berani Cerdas membiayai 23.569 penerima aktif dengan anggaran Rp84,93 miliar.

Gubernur mengungkapkan bahwa pada tahap awal pelaksanaan, Program Berani Cerdas menghadapi kendala kepercayaan publik karena merupakan program baru.

“Program ini baru, sehingga pada awalnya masih banyak yang belum percaya. Ada yang mengisi formulir, ada yang tidak menindaklanjuti. Tapi kita terus kejar dan verifikasi,” ujar Anwar Hafid saat memamparkan capaian program Berani Cerdas, 29 Desember 2025, atau berselang 9 bulan setelah program pertama kali diluncurkan.

Awal 2026, cakupannya melebar lagi. Pada 8 Januari 2026, Anwar Hafid mengumumkan perluasan beasiswa ke jenjang S2 dan S3, khusus bidang-bidang strategis daerah seperti kedokteran spesialis, pertambangan, keperawatan, notariat, dan profesi insinyur, dengan syarat penerima wajib kembali mengabdi di Sulteng usai lulus.

“Jurusan ilmu itu adalah yang menjadi kebutuhan daerah kita. S2 dan S3 juga akan kita lakukan, tetapi sangat selektif karena kuotanya terbatas. Tidak seperti S1. Ini harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah kita,” kata Anwar, Kamis, 8 Januari 2026, dikutip dari situs resmi Pemprov Sulteng.

Total anggaran payung pendidikan Berani Cerdas untuk 2026 pun melonjak jadi Rp351 miliar, naik lebih dari empat kali lipat dari tahun sebelumnya. Rp264 miliar di antaranya dikhususkan untuk beasiswa jenjang perguruan tinggi, sisanya tersebar ke uji kompetensi SMK (Rp21,56 miliar), beasiswa S2 untuk 99 guru (Rp2,48 miliar), seragam sekolah siswa kurang mampu (Rp1,75 miliar), hingga internet satelit Starlink untuk sekolah terpencil (Rp430 juta).

3. Pendaftar terus membeludak, tembus 32 ribu orang

Tangkapan layar situs Berani Cerdas milik Pemprov Sulteng, 5 September 2026

Jumlah pendaftar Berani Cerdas terus naik sepanjang 2026. Hingga 5 September 2026, data situs resmi program mencapai 32.342 pendaftar untuk Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 yang pendaftarannya dibuka 13 April-30 November 2026

Yang bikin Program Berani Cerdas makin menarik disorot adalah kondisi kas daerah yang menopangnya. APBD Sulteng 2026 mencatat pendapatan Rp4,82 triliun berbanding belanja Rp4,93 triliun, dengan 47,05 persen belanja atau Rp2,32 triliun habis untuk gaji pegawai. Hanya menyisakan 8,24 persen (Rp406,4 miliar) untuk belanja modal.

Kondisi ini diperparah realisasi pendapatan yang lambat. Pertengahan 2026, di tengah tekanan fiskal itulah Pemprov Sulteng memilih tetap menggelontorkan ratusan miliar rupiah untuk beasiswa gratis generasi Z-nya. Pilihan yang bisa jadi berkah jangka panjang, atau justru bom waktu anggaran, tergantung bagaimana keberlanjutannya dijaga.

Curated For You

Editorial Team

Related Article