Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekspor Sulsel Masih Didominasi Nikel, Pemprov Dorong Hilirisasi
Ilustrasi Ekspor (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Ekspor Sulawesi Selatan masih didominasi nikel sekitar 70 persen, menandakan kurangnya diversifikasi meski ada potensi besar dari sektor lain seperti pertanian dan perikanan.
  • Produksi rumput laut Sulsel mencapai 4 juta ton per tahun, namun sebagian besar masih diekspor mentah sehingga nilai tambah justru dinikmati daerah lain.
  • Pemerintah Provinsi mendorong hilirisasi komoditas unggulan agar ekspor lebih bernilai, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat industri lokal di Sulawesi Selatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Struktur ekspor Sulawesi Selatan hingga saat ini masih didominasi komoditas nikel. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menilai kondisi tersebut menunjukkan ekspor daerah belum terdiversifikasi, meski sejumlah komoditas unggulan lain memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Selatan, Asrul Sani. Dia mengatakan sekitar 70 persen ekspor Sulsel masih berasal dari produk nikel.

"Nah kalau kita lihat ekspornya Sulawesi Selatan, 70 persen itu masih dominasi nikel. Baik itu dalam bentuk matte maupun dalam bentuk feronikel," kata Asrul Sani, Jumat (12/6/2026).

1. Ekspor Sulsel belum terdiversifikasi

Ilustrasi Ekspor (ANTARA FOTO)

Menurut Asrul, dominasi nikel menunjukkan struktur ekspor Sulsel belum terdiversifikasi. Padahal daerah ini memiliki sejumlah komoditas unggulan lain yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Kondisi tersebut juga membuat kinerja ekspor Sulsel masih sangat bergantung pada sektor pertambangan. Karena itu, Pemprov mendorong investasi yang mengarah pada hilirisasi komoditas unggulan di luar nikel.

"Kita berharap sebenarnya investasinya mengarah ke hilirisasi komoditas-komoditas pertanian dan perikanan. Itu kan Sulawesi Selatan punya potensi besar," katanya.

2. Produksi rumput laut belum memberi nilai tambah maksimal

ilustrasi rumput laut (freepik.com/Kireyonok_Yuliya)

Salah satu komoditas yang dinilai memiliki potensi besar adalah rumput laut. Asrul menyebut Sulsel merupakan produsen rumput laut terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai sekitar 4 juta ton per tahun.

Meski sudah memiliki beberapa industri pengolahan di daerah seperti Takalar dan Pinrang, sebagian besar rumput laut Sulsel masih diekspor dalam bentuk bahan mentah atau rumput laut kering. Akibatnya, nilai tambah dari pengolahan komoditas tersebut lebih banyak dinikmati daerah lain yang memiliki industri hilir lebih berkembang.

"Meskipun sebenarnya sudah ada industrinya seperti di Takalar dan Pinrang, tapi kalau kita melihat kinerja ekspor itu masih kurang yang diolah menjadi keragenan atau agar-agar. Masih ekspor itu dalam bentuk rumput laut kering, mentah atau raw material," katanya.

Asrul menyebutkan sebagian besar rumput laut dari Sulsel masih dikirim ke Surabaya dan Jakarta. Di daerah tersebut, komoditas itu diolah menjadi berbagai produk turunan sebelum dipasarkan ke luar negeri.

"Jadi Sulawesi Selatan tidak dapat nilai tambah. Bahkan sebenarnya banyak yang dibawa ke Surabaya, bahkan dibawa ke Jakarta. Provinsi itu yang mendapatkan nilai tambahnya," katanya.

3. Hilirisasi dinilai menjadi motor penguatan ekspor

Ilustrasi ekspor-impor. (Dok. Kementerian Keuangan)

Asrul menilai pengembangan industri hilir menjadi langkah penting untuk meningkatkan kontribusi komoditas unggulan terhadap perekonomian daerah. Selain meningkatkan nilai ekspor, hilirisasi juga dapat memperluas lapangan kerja dan memperkuat industri lokal.

Dia berharap kebijakan investasi dan perdagangan dapat saling mendukung. Dengan demikian, Sulsel tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga berkembang sebagai pusat pengolahan komoditas unggulan.

"Jadi, bukan hanya dengan penghasil raw material, tapi kita harap ada produk turunannya supaya nilai tambahnya dapat di sini," kata Asrul.

Editorial Team

Related Article