Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Eksplorasi Dialog Batin Azimah Fada di Lagu Baru "Caught in Distress"
Salah satu artwork lagu terbaru musisi asal Makassar, Azimah Fada, yakni "Caught in Distress." (Dok. Istimewa)

Makassar, IDN Times - Tepat pada 6 Desember lalu, penyanyi solo asal Makassar Azimah Fada merilis single baru berjudul Caught in Distress. Melanjutnya kebiasaan bereksperimen, ia tetap tidak terikat genre dengan tujuan menciptakan karya yang semakin matang.

"Caught in Distress adalah konfrontasi dengan diri saya yang dulu,” ungkap Azimah dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times pada Jumat (27/12/2024).

Sama seperti dalam materi album debutnya yakni Scars Souvenir (2021), ia tetap mengangkat narasi pengalaman pribadi yakni savior complex yang juga dialami banyak orang.

1. Lagu Caught in Distress dikemas dengan sentuhan RnB-jazz yang kental

Selama 3 menit dan 36 detik, elemen RnB dengan sentuhan jazz dalam lagu ini langsung terasa. Irama bass yang meliak-liuk ditimpali dengan ketukan drum minimalis. Lagu yang seluruh aransemennya digarap oleh Azimah sendiri bisa mengajak pendengarnya menghentakkan kaki mengikuti irama.

Setelah diajak menari-nari, aransemen orkestra (darker cinematic strings menurut Azimah) pada bagian refrain memberi kesan emosional, menegaskan topik pergulatan dengan diri sendiri. Tapi, menginjak 20 detik terakhir, Caught in Distress berganti haluan. Musik Jazz-RnB berubah menjadi elektronik. Tak terduga, tapi tetap cocok dengan vibes lagu.

2. Azimah berbicara tentang pengalaman pribadi yang dialami oleh banyak orang

Penyanyi asal Makassar, Azimah Fada, saat tampil di Tipsy Panda Bandung pada 8 Maret 2023. (Instagram.com/azzfdd)

Potongan lirik "Caught you in distress / For obvious reason, I understand" menunjukkan sisi percakapan batin yang penuh makna. Terlebih "Be aware, I’ll be round the corner" pada refrain menjadi upaya Azimah membawa pendengar ke dialog internal yang intens, sebagai cara untuk introspeksi diri.

"Ini tentang mengenali momen-momen di mana saya menekan diri sendiri tanpa belas kasihan untuk menyelamatkan orang lain sambil mengabaikan diri sendiri," ungkap Azimah tentang lagu tersebut.

"Karena saya terlalu takut menghadapi konsekuensi dari perbuatan saya sendiri, meskipun saya harus mengakui bermain savior complex adalah distraksi yang baik," imbuhnya.

3. Proses mixing-mastering lagu barunya juga digarap langsung oleh Azimah

Penyanyi asal Makassar, saat tampil di ajang Prolog Fest edisi tahun 2021. (Instagram.com/azzfdd)

Sejak mulai merilis lagu pada 2021, Azimah selalu mengandalkan penceritaan autentik. Dan ini sudah ia tunjukkan sejak Scars Souvenir, album yang sarat dengan lika-liku hidup. Tapi, sekali lagi, Caught in Distress juga merupakan penegasan bahwa ia menolak terkunci pada satu kategori musik saja.

Sama seperti karya-karya sebelumnya, Azimah masih terjun langsung menggarap sendiri proses mixing-mastering lagu Caught in Distress. Yang unik, semuanya memang dikerjakan dengan otodidak sejak single pertama. Pendengar pun secara langsung bisa ikut menyimak perkembangan sound-nya.

Editorial Team

Related Article