Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Di Sulsel, Jumlah Surat Suara Rusak untuk Pemilu 2024 Terus Bertambah
Anggota KPU Sulsel, Marzuki Kadir/Istimewa

Makassar, IDN Times - Proses sortir dan pelipatan surat suara Pemilu 2024 di Sulawesi Selatan (Sulsel) belum kelar di semua daerah. Namun sudah ada laporan surat suara tidak layak atau rusak.

Baru-baru ini, Bawaslu Sulsel menemukan sekitar 200 ribu surat suara tidak layak saat mengawasi proses penyortiran dan pelipatan. Dinyatakan tidak layak sebab kondisi hasil cetaknya kurang baik lantaran tintanya pudar.

Dari data yang dihimpun, KPU Bantaeng juga menemukan 964 surat suara rusak. Di Kabupaten Pangkep, KPU setempat menemukan 3.242 surat suara rusak. Lalu di Kabupaten Gowa, KPU menemukan 238 surat suara rusak.

Masalah logistik lainnya terjadi di Kabupaten Selayar yaitu 168 kotak suara pemilu rusak akibat gudang logistik kebanjiran. Kemudian ada pula laporan 2 kotak suara rusak di Kabupaten Pinrang karena penyok saat dikirim.

1. Jumlah surat suara rusak bertambah setiap hari

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin meninjau gudang logistik KPU Makassar, Senin (8/1/2024). (IDN Times/Ashrawi Muin)

KPU Sulsel sendiri belum mengumumkan jumlah keseluruhan surat suara yang rusak. Hal ini karena proses penyortiran dan pelipatan surat suara masih berlangsung. Yang jelasnya, jumlah surat suara yang rusak masih terus bertambah.

Komisioner KPU Sulsel Divisi Perencanaan dan Logistik, Marzuki Kadir, mengatakan proses sortir dan pelipatan surat suara berlangsung setiap hari. Setiap hari pula, ditemukan adanya surat suara tidak layak.

"Setiap hari sebenarnya ada sortir menandakan layak atau tidak. Ini masih bergerak kenapa masih banyak kabupaten kota yang sortir. Jadi setiap jam 5 atau itu ada laporan kabupaten bahwa ada 10 yang rusak, ada 12 yang rusak," kata Marzuki kepada IDN Times, Kamis(11/1/2024).

Proses sortir dan lipat surat suara ini ditargetkan berakhir pada 15 Januari 2024. KPU Sulsel baru akan mengumumkan jumlah keseluruhan surat suara rusak setelah seluruh prosesnya rampung. Sementara surat suara yang rusak akan dimusnahkan.

2. Surat suara rusak akan diganti

Ratusan kotak suara Pemilu 2024 di gedung logistik KPU Selayar rusak terendam banjir, Rabu (10/1/2024)/Istimewa

Marzuki memastikan surat suara yang rusak akan diganti. Pihaknya akan mengajukan kepada percetakan untuk mencetak ulang surat suara rusak. Karena proses sortir dan lipat itu masih berlangsung, maka surat suara rusak belum diganti dan masih disimpan di gudang logistik.

Meski begitu, pengajuan penggantian surat suara rusak hanya bisa diperuntukkan bagi daerah yang surat suaranya telah tiba 100 persen.

"Produksi untuk Sulsel masih banyak kabupaten kota yang sementara dicetak. Percetakannya sampai tanggal 15 Januari sesuai dengan kontrak. Satu contoh kayak Makassar belum datang semua surat suaranya. Ada beberapa kabupaten kota yang belum datang sementara ini pembongkaran di pelabuhan," kata Marzuki.

3. Lebih selektif saat proses sortir dan lipat

Ratusan kotak suara Pemilu 2024 di gedung logistik KPU Selayar rusak terendam banjir, Rabu (10/1/2024)/Istimewa

Atas banyaknya temuan surat suara tidak layak atau rusak, KPU Sulsel pun menegaskan akan lebih selektif saat proses sortir dan lipat. KPU juga tidak akan menerima sebelum surat suara itu benar-benar memenuhi standar.

"Memang kita kenapa selektif untuk mensortir ini kan takutnya nanti berdampak pada gugatan. Jadi sebelum surat suara itu memenuhi standar, yakinlah kami tidak akan terima," kata Marzuki.

Untuk memperbaiki permasalahan ini sekaligus menjaga kepercayaan publik dalam proses Pemilu 2024, maka KPU Sulsel mendorong material kesiapan logistik. KPU merasa lebih baik jika barang yang datang sesuai dengan pesanan.

Saat ini, masalah surat suara tidak layak ini masih menjadi kewenangan perusahaan percetakan. Merekalah yang diminta untuk menggani surat suara tidak layak

"Jadi semua yang rusak kami akan lapor kepada pihak penyedian untuk diganti. Yang ketiga, mudah-mudahan dalam proses pergantian ke depan ini, itu bisa dipenuhi oleh penyedia," kata Marzuki.

Editorial Team

Related Article