Di Sulsel, Capaian Vaksinasi COVID-19 Dosis 2 Masih Jauh dari Dosis 1

Makassar, IDN Times - Cakupan vaksinasi COVID-19 di Provinsi Sulawesi Selatan terus meningkat. Angkanya kini telah melebihi 80 persen.
Hingga Sabtu 19 Februari 2022 malam, vaksinasi dosis 1 di Sulsel telah mencapai 83,24 persen. Angka ini setara dengan 5,87 juta peserta vaksin dari target yang ditetapkan sebanyak 7,05 juta orang.
Sementara untuk vaksinasi dosis 2 hingga kemarin telah mencapai 54,78 persen dari target. Angka ini setara dengan 3,86 juta orang.
1. Vaksinasi dosis 2 masih perlu ditingkatkan

Dari data tersebut terlihat bahwa capaian vaksinasi dosis 2 masih jauh dari dosis 1. Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengatakan vaksinasi dosis dua ini harus terus ditingkatkan.
"Vaksin kedua kita masih kurang. Begitupun booster. Yang paling kurang lagi adalah lansia dan anak. Inilah yang harus kita dorong. Sekarang yang banyak meninggal adalah yang lansia belum divaksin," kata Hayat.
Adapun angka vaksinasi lansia dosis 1 mencapai 64,60 persen dan dosis 2 hanya 38,46 persen.
2. Sekprov minta LSM dan ormas dimaksimalkan

Kendati demikian, Abdul Hayat optimistis, capaian vaksinasi bisa lebih tinggi dengan memaksimalkan potensi LSM, Organisasi Masyarakat (Ormas), hingga partai politik untuk mengambil bagian dan berkontribusi dalam percepatan vaksinasi.
"Sekarang banyak LSM. Ada juga parpol. Kemarin saya di Pemuda Panca Marga, vaksin sekitar 200 orang. Kita harap ini jadi model bagi organisasi lain di Sulsel," ujarnya.
3. Kasus harian naik di tengah vaksinasi tinggi

Sementara itu, angka kasus COVID-19 terus melonjak meskipun capaian vaksinasi terus meningkat. Angka harian kasus COVID-19 di Sulsel bahkan nyaris menyentuh angka 2.000 kasus.
Namun menurut Epidemiolog Universitas Hasanuddin, Ridwan Amiruddin, peningkatan kasus di tengah tingginya cakupan vaksinasi disebabkan masih adanya kelompok orang yang belum mendapatkan vaksin atau belum mendapatkan dosis kedua.
"Vaksin dosis satu 80 persen tapi dosis 2 baru 50 persen. Artinya belum merata tingkat efektivitas pelindungan vaksin itu pada tingkat populasi. Kemudian kasus ini meskipun sudah dapat vaksin dua kali, peluang untuk terpaparnya juga masih ada," katanya.


















