Tangkapan layar dari video debat Pilkada Makassar, Selasa (24/11/2020). Dok IDN Times/iNews
Paslon nomor urut 3, Syamsu Rizal dan Fadli Ananda, menanggapi jawaban Rahman. Ical, sapaan Syamsu Rizal, menanyakan apa yang akan dilakukan paslon 2 jika terpilih sebagai wali kota atau wakil wali kota untuk membuat SDM melek IT.
"Kalau kami insya Allah akan mereformasi duluan bagaimana SDM sehingga mereka bisa melaksanakan tugas itu sehingga mampu betul-betul mendukung pelaksanaan birokrasi berdasarkan IT," kata Ical.
Pernyataan paslon nomor urut 2 juga ditanggapi oleh Paslon nomor urut 4, Irman Yasin Limpo dan Andi Zunnun Armin. Irman atau yang akrab disapa None mengatakan digital dan teknologi pemerintahan saat ini masih terkesan komputerisasi, padahal seharusnya lebih jauh lagi.
"Apa yang paslon 2 nyatakan tadi, saya menganggap itu masih komputerisasi. Belum pada proses digitalisasi yang terkoneksi berdasarkan rekam big data, artificial inteligensia dan internet of things. Jadi prinsip saya bahwa proses ke depan harusnya lebih maju lagi dari sekedar komputerisasi," ucap Irman.
Sementara itu, paslon nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi, juga menyorot digitalisasi. Menurut Fatma, digitalisasi sesuai dengan visi misi mereka. Saat ini, suka tidak suka, masyarakat memang harus hidup di tengah digitalisasi.
"Itu dimulai dari e-planning, e-recruitment, dan e-budgeting di mana dengan digitalisasi tentunya semua kebocoran-kebocoran itu bisa diminimalisir begitu juga dengan maladministrasi yang ada," kata Fatma.