Makassar, IDN Times - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto dan Azhar Arsyad (DiA) tampil pertama dalam debat perdana. Debat perdana berlangsung di Hotel Four Points, Makassar, Senin (28/10/2024).
Pada sesi pertama, paslon diberikan kesempatan memaparkan visi misinya. Paslon DiA memaparkan visi 'Sulsel Global Foodhub Yang Sombere, Macca dan Resilient untuk Semua.'
Sebelum memaparkan visi misinya, Danny lebih dulu menyapa masyarakat, khususnya masyarakat daerah terpencil di Sulawesi Selatan.
"Desa Sailus di Pulau terluar Pangkep, Desa Kasintuwu di pegunungan Luwu Timur, Desa Barubbu di Toraja dan juga seluruh masyarakat dataran tinggi Seko dan Rampi (Lutra) yang sedang berjuang sendiri," kata Danny.
Dalam paparannya, Danny menjelaskan mengenai tiga misi yang diusung. Pertama, mewujudkan resturukturisasi spasial dan ekologi yang sombere, macca, resilient dan produktif.
"Kami memiliki 8 program strategis tapi kami hanya menyampaikan 3 yang paling utama," kata Danny.
Program tersebut pertamayakni membangun secara serentak dan merata 10 kawasan anatomi Sulsel yang terintegrasi, unggul, produktif, dan resilient. Kedua, menata kota yang terintegrasi, membangun desa yang berdaya saing. Ketiga, membangun jejaring konektivitas wilayah yang solid dan membangun infrastruktur yang terpadu.
Misi kedua yang disampaikan Danny-Azhar yakni mewujudkan rekonstruksi sosial dan SDM yang sombere, macca, resilient dan produktif. Dari 8 program, ada tiga program strategis yang dipaparkan.
Pertama, menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul dan semua harus mendapat pendidikan. Kedua, membangun ekosistem smart health, smart care, dan rescue berbasis kecamatan. Ketiga, menyiapkan 13.000 tenaga kerja dengan keahlian digital yang akan mengisi peluang kerja dan peluang bisnis baru berbasis desa.
Misi ketiga, yakni mewujudkan perkuatan ekonomi dan teknologi yang sombere, macca, resilient dan berdaya saing. Karena waktu sudah habis, Azhar yang diberikan kesempatan menyampaikannya tidak sempat memaparkan semuanya.
"Memperkuat struktur ekonomi berbasis pangan, baik jasa perdagangan, industri, dan pariwisata dengan memperkuat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan menjaga kontrol inflasi yang rendah," kata Azhar.
