Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Debat Pilkada Sulsel, Danny-Azhar Bakal Paparkan Temuan saat Blusukan

Debat Pilkada Sulsel, Danny-Azhar Bakal Paparkan Temuan saat Blusukan
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Moh Ramdhan Pomanto (kiri) dan Azhar Arsyad (kanan) saat penetapan nomor urut di Hotel Claro, Makassar, Senin (23/9/2024). (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Paslon gubernur Sulsel akan memaparkan temuan blusukan
  • Danny menemukan keluhan petani terkait rantai niaga dan harga jual hasil pertanian yang anjlok
  • Danny berharap debat berdasarkan fakta dan tidak menjelek-jelekkan perseorangan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Debat perdana paslon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan akan dilaksanakan pada malam ini, Senin (28 Oktober 2024). Paslon nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto dan Azhar Arsyad, mengaku akan memaparkan terkait beberapa temuannya selama blusukan.

Danny mengaku banyak menerima keluhan masyarakat selama blusukan di masa kampanye ini. Keluhan itu ditemuinya di hampir seluruh wilayah Sulsel yang telah dia dan Azhar kunjungi.

"Sudah hampir seluruh Sulawesi Selatan Kita sudah datangi. Saya tinggal Luwu, Barru dengan Parepare dihitung dengan berdua (Azhar Arsyad), semuanya sudah kita datangi, menemukan itu fakta dan keluhan masyarakat, harapan masyarakat begitu," kata Danny, di kediamannya, Senin (28/10/2024).

1. Danny sebut petani kerap mengalami kerugian

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Moh Ramdhan Pomanto (kiri) dan Azhar Arsyad (kanan) saat penetapan nomor urut di Hotel Claro, Makassar, Senin (23/9/2024). (Dok. Istimewa)
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Moh Ramdhan Pomanto (kiri) dan Azhar Arsyad (kanan) saat penetapan nomor urut di Hotel Claro, Makassar, Senin (23/9/2024). (Dok. Istimewa)

Danny menyebut petani Sulsel kerap dihadapkan dengan berbagai permasalahan rumit. Tak jarang permasalahan itu justru menyebabkan kerugian besar bagi mereka.

Menurutnya, rantai niaga menjadi persoalan yang paling serius yang dihadapi petani. Pasalnya, terjadi kesenjangan dari pembagian keuntungan yang didapat antara petani dan distributor.

Dalam hal itu, petani yang paling banyak dirugikan. Hasil yang didapat tidak sebanding dengan resiko yang dialami petani. 

Kondisi menyebabkan petani tampaknya tidak menjanjikan sebagai pekerjaan. Keuntungannya tak seberapa, belum lagi dihitung dengan kerugian ketika cuaca tidak mendukung ataupun serangan hama.

"Petani itu sessa (sulit), sessa pupuk, sessa air, sessa solar dan lebih sessa lagi panen harga anjlok kasihan mereka," kata Danny.

2. Harga komoditas di pasaran anjlok

Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto kampanye di pasar mini, Kabupaten Wajo, Kamis (17/10/2024). (Dok. Istimewa)
Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto kampanye di pasar mini, Kabupaten Wajo, Kamis (17/10/2024). (Dok. Istimewa)

Danny mengaku sempat menanyakan kepada petani apakah keluhannya itu telah sampai di telinga pemerintah. Pasalnya, selama blusukan masyarakat tidak menyebut program yang jelas atas petani Sulsel.

"Apakah keluhan petani dan nelayan itu pernah didengar atau tidak? Katanya masih sunyi-sunyi sebelumnya kami menemukan hal itu. Kami yang bicara ini hampir semua Sulawesi Selatan," klaimnya.

Dia menyebut, kondisi itu ditemukannya secara terstruktur selama blusukan utamanya dari ke pasar sebagai pusat ekonomi. Harga-harga jual dari petani sangaj anjlok.

"Saya temukan di Enrekang, kol yang tadinya Rp8.000 ribu per kilo sekarang sisa Rp500 rupiah. Angkut kol saja sudah susah, lagi ada tomat yang satu rak itu Rp100 ribu sisa Rp30 ribu. Ini hanya salah satu dari banyak yang saya temukan," katanya.

3. Danny pastikan akan sampaikan fakta

Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto, Posko Induk Pemenangan DIA Wajo, Kamis (17/10/2024). (Dok. Istimewa)
Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto, Posko Induk Pemenangan DIA Wajo, Kamis (17/10/2024). (Dok. Istimewa)

Menurut Danny debat harus berdasarkan fakta. Dia menilai esensi dari debat yang cerdas yaitu menyampaikan fakta, meskipun apa yang disampaikan tidak sesuai dengan harapan namun bukan berarti bentuk menjelek-jelekkan perseorangan.

"Kami lebih mengharapkan bahwa, perdebatan ini cerdas berdasarkan fakta-fakta meskipun fakta-fakta itu tidak mengenakan," katanya.

Danny juga mengaku hanya akan menyampaikan fakta yang ditemukannya selama blusukan dan tidak akan membahas personal. Dia hanya merasa perlu menyampaikan harapan masyarakat.

"Saya tidak berbicara terkait personal, berbicara terkait keluhan masyarakat, apakah keluhan masyarakat menyinggung pemerintah yang lama bukan urusan saya, urusan saya hanya menyampaikan kepada publik bahwa ini fakta di lapangan sayakan ke lapangan," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ashrawi Muin
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More