Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dapat Gelar Honoris Causa dari Unhas, Xanana: Ini Tanggung Jawab Besar
Perdana Menteri Timor-Leste H.E. Kay Rala Xanana Gusmao usai menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Hasanuddin (Unhas) di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas, Makassar, Sabtu (5/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Perdana Menteri Timor-Leste Kay Rala Xanana Gusmao menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Unhas di Makassar pada 5 September 2026 melalui Program Doktor Administrasi Publik FISIP.
  • Xanana menilai gelar kehormatan tersebut sebagai amanat besar, bukan sekadar apresiasi, yang mendorongnya terus bekerja demi kemerdekaan dan kesejahteraan rakyat Timor-Leste.
  • Ia menyoroti kemiskinan dan persoalan yang masih dihadapi Timor-Leste setelah 24 tahun merdeka, serta menegaskan rakyat sebagai pahlawan sejati perjuangan kemerdekaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Perdana Menteri Timor-Leste, H.E. Kay Rala Xanana Gusmao, menganggap gelar Doctor Honoris Causa yang diberikan Universitas Hasanuddin (Unhas) bukan sekadar penghargaan. Dia menyebut gelar tersebut sebagai tanggung jawab besar untuk terus bekerja bagi rakyatnya.

Xanana resmi menerima gelar doktor kehormatan dari Unhas melalui Program Doktor Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Penganugerahan berlangsung di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Sabtu (5/9/2026).

1. Xanana sebut gelar doktor kehormatan sebagai tanggung jawab

Perdana Menteri Timor-Leste H.E. Kay Rala Xanana Gusmao bersama Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa usai menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Hasanuddin (Unhas) di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas, Makassar, Sabtu (5/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Dalam konferensi pers setelah penganugerahan, Xanana mengatakan gelar tersebut memiliki makna yang besar. Menurutnya, penghargaan itu bukan sekadar bentuk apresiasi.

"Saya merasa tidak hanya sangat terhormat, tetapi saya juga berpikir bahwa segala sesuatu yang disampaikan dan diberikan doktor kehormatan dalam arti tertentu, lebih besar dari sekadar kata-kata," kata Xanana.

Menurutnya, penghargaan tersebut membawa tanggung jawab besar. Dia harus terus memberikan yang terbaik bagi rakyat Timor-Leste.

"Namun di sisi lain, ini adalah tanggung jawab besar," katanya. 

2. Xanana singgung kemiskinan di Timor-Leste

Penganugerahan gelar octor Honoris Causa kepada Perdana Menteri Timor-Leste H.E. Kay Rala Xanana Gusmao dari Universitas Hasanuddin (Unhas) di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas, Makassar, Sabtu (5/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Xanana mengatakan perjalanan Timor-Leste setelah meraih kemerdekaan masih menghadapi berbagai tantangan. Dia menyebut sudah 24 tahun Timor-Leste merdeka, tetapi kemiskinan dan berbagai persoalan masih dirasakan masyarakat.

"Tetapi setelah 24 tahun merdeka, kita masih melihat kemiskinan, kita masih melihat banyak sekali masalah yang dihadapi rakyat kita," katanya.

Karena itu, Xanana menganggap gelar kehormatan dari Unhas sebagai sebuah amanat. Dia akan terus bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Itulah sebabnya tanggung jawab ini adalah semacam amanat. Kita harus terus berbuat yang terbaik bagi rakyat, untuk kemerdekaan dan kesejahteraan," ucapnya.

3. Xanana sebut rakyat sebagai pahlawan sejati

Perdana Menteri Timor-Leste H.E. Kay Rala Xanana Gusmao menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Hasanuddin (Unhas) di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas, Makassar, Sabtu (5/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Xanana juga menegaskan bahwa perjuangan kemerdekaan Timor-Leste bukanlah pencapaian pribadi dirinya. Dia menyebut rakyat Timor-Leste sebagai pahlawan sejati yang telah memperjuangkan dan memilih kemerdekaan.

"Seperti yang sudah sering saya katakan, pahlawan sejati adalah rakyat kita. Tidak ada lagi pahlawan di Barat, pahlawan adalah rakyat Timor-Leste," katanya.

Menurut Xanana, tanggung jawab setelah menerima gelar kehormatan tersebut harus dijalankan untuk kepentingan rakyat. Bukan untuk kepentingan dirinya secara pribadi.

"Kita harus terus melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk rakyat yang telah memilih dan menginginkan kemerdekaan, bukan untuk saya pribadi," katanya. 

Xanana kemudian menyampaikan terima kasih kepada Unhas atas penghargaan tersebut. Dia kembali menegaskan bahwa gelar doktor kehormatan itu akan dipandangnya sebagai tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

"Karena itu, terima kasih banyak atas penghargaan ini, dan saya harus mengatakan bahwa ini adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh," katanya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article