Danny Evaluasi Ketua RT-RW se-Makassar Jelang Pilkada, Motif Politik?

- Wali Kota Makassar akan mengevaluasi ketua RT dan RW jelang Pilkada Serentak 2024.
- Danny tidak akan tebang pilih dalam mengevaluasi kinerja ketua RT dan RW yang tidak aktif.
- Alasan evaluasi kinerja adalah adanya dugaan penyelewengan retribusi sampah oleh salah seorang ketua RT.
Makassar, IDN Times - Jelang Pilkada Serentak 2024, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto bakal mengevaluasi ketua RT dan RW yang ada di wilayahnya. Danny beralasan ada beberapa ketua RT dan RW yang disebutnya sudah tidak aktif.
"Saya baru mau kumpulkan. Kan saya serahkan ke camat bikin kisi-kisi. Disampaikan ke RT/RW yang tidak aktif kenapa? Masih mau aktf atau tidak," kata Danny, Minggu (7/7/2024).
1. Bakal diberhentikan jika tidak aktif

Danny mengaku tidak akan tebang pilih dalam mengevaluasi kinerja ketua RT dan RW ini. Jika memang tidak aktif, maka Danny akan menghentikannya sebagai ketua RT dan RW.
"Jadi betul-betul sampaikan, kemarin RT/RW rapat, mereka sampaikan Pak Wali itu RT/RW tidak aktif anggota ta itu, pokoknya kalau tidak kerja apa boleh buat," kata Danny.
2. Ada dugaan penyelewengan retribusi sampah

Selain itu, alasan Danny untuk mengevaluasi kinerja ketua RT dan RW karena adanya dugaan penyelewengan retribusi sampah oleh salah seorang ketua RT. Dia mengaku telah memeriksa ketua RT yang bersangkutan.
"Saya sudah suruh periksa. Kalau tidak diperiksa, orang jadi main-main ini semua. Satu orang dulu yang diperiksa. Pasti diganti kalau terbukti.
3. Danny klaim tidak bermotif politik

Lebih lanjut, Danny berdalih bahwa evaluasi ini tidak bermotif politik. Evaluasi ini hanya upaya untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan ketua RT dan RW kepada masyarakat.
"Supaya orang tahu bahwa ini tidak ada politiknya. Orangku saja kalau kinerja kurang bagus, saya serahkan sama mekanisme. Saya fair-fair saja," kata Danny.


















