Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

CRC: Elektabilitas MULIA 44,75%, INIMI 28%, SEHATI 18,75%, AMAN 4%

CRC: Elektabilitas MULIA 44,75%, INIMI 28%, SEHATI 18,75%, AMAN 4%
Empat pasangan calon (paslon) di Pilkada Makassar usai penentuan nomor urut, Senin (23/9/2024). IDN Times/Ashrawi Muin
Share Article

Makassar, IDN Times - Lembaga riset Celebes Research Center (CRC) merilis hasil survei terbaru seputar Pemilihan Wali Kota Makassar 2024, Selasa (29/10/2024). Salah satu isinya memuat tingkat keterpilihan atau elektabilitas empat pasangan calon jelang pemungutan suara 27 November 2024.

Hasil survei menunjukkan pasangan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (MULIA) memegang elektabilitas tertinggi, yaitu 44,75%. Disusul Indira Yusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi (INIMI) dengan elektabilitas 28%, Andi Seto Gadhista Asapa-Rezki Mulfiati Lutfi (SEHATI) 18,75%, dan Amri Arsyid-Abdul Rahman Bando (AMAN) 4%.

Selain itu, responden yang tidak memilih sebanyak 4,25 persen. Sedangkan yang memilih di luar paslon 0,25%.

1. Metodologi survei

Direktur Eksekutif CRC Imam Soeyoeti. (Dok. Istimewa)
Direktur Eksekutif CRC Imam Soeyoeti. (Dok. Istimewa)

Menurut laporan yang disiarkan CRC, survei direkam serentak pada 2-4 Oktober 2024. Survei melibatkan 400 responden yang tersebar di 15 kecamatan di Makassar. Populasi survei adalah warga Makassar yang sudah memiliki KTP atau mempunyai hak pilih.

Responden dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling. Toleransi kesalahan (margin of error) 4,85% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden diwawancarai lewat tatap muka dan ada quality control.

2. Survei menggunakan simulasi surat suara

Ilustrasi pilkada. (IDN Times)
Ilustrasi pilkada. (IDN Times)

Dalam surveinya, CRC mengutip tingkat elektabilitas empat paslon di Pilkada Makassar melalui simulasi surat suara. "Responden diminta memilih berdasarkan nomor urut pasangan dari KPU," kata Imam Soeyoeti, Direktur eksekutif CRC, Selasa.

Dalam menentukan pilihan, sebanyak 55,75% responden menyatakan faktor penentu memilih paslon berdasarkan visi-misi dan program kerja. Berikutnya, 29% memilih karena figur kandidat. Lalu berturut-turut dengan pertimbangan, partai politik pengusung (3,5%), dukungan para tokoh berpengaruh (2,75%), dukungan ormas (2%), lainnya (5%), dan tidak menjawab (2%).

3. Mayoritas responden tidak akan mengubah pilihan

KPU gelar simulasi pemungutan suara Pilkada 2024 di Maros, Sulsel (15/9/2024) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
KPU gelar simulasi pemungutan suara Pilkada 2024 di Maros, Sulsel (15/9/2024) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Survei memperlihatkan komposisi strong voters maupun swing voters. Ada 63,61% responden yang menyatakan tidak akan mengubah pilihan. Sedangkan yang masih akan mengubah pilihan 29,6%, dan tidak tahu 7,33%.

Mereka yang masih akan mengubah pilihan punya berbagai pertimbangan. Yang terbanyak, menunggu arahan keluarga/teman/tokoh masyarakat sebanyak 28,83%, menunggu kandidat tampil debat di TV 27,93%, dan menunggu kampanye resmi dari KPU 25,23%.

Survei juga menunjukkan, 6,31% responden menunggu jika ada yang menjanjikan hadiah/uang. Sedangkan sisanya dengan alasan lain.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Pemprov Sulsel Dorong Jalan Barombong Masuk Usulan Inpres Jalan Daerah

27 Jun 2026, 22:10 WIBNews