Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
CKG di Makassar Jadi Upaya Deteksi Dini Penyakit TBC hingga Hipertensi
Ilustrasi cek kesehatan gratis. (IDN Times)
  • Dinkes Makassar memaksimalkan Cek Kesehatan Gratis untuk mendeteksi TBC serta menyaring penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes, melalui 12 indikator SPM.
  • Skrining dini diprioritaskan karena banyak pasien PTM baru teridentifikasi saat komplikasi berat; Dinkes meminta puskesmas menguatkan edukasi karena warga masih takut diperiksa.
  • CKG terintegrasi dengan tracing TBC di 339 titik, menargetkan 33.900 warga hingga November 2026, dengan dukungan puskesmas, 51 rumah sakit, klinik, dan dokter praktik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Makassar memaksimalkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi Tuberkulosis (TBC) di masyarakat. Program ini juga dimanfaatkan sebagai sarana skrining penyakit tidak menular (PTM).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, mengatakan CKG tidak hanya diarahkan untuk menemukan kasus TBC. Pemeriksaan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyaring berbagai penyakit, termasuk hipertensi dan diabetes.

"Harapan-harapan kami adalah bagaimana kami menyaring dari pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis ini. Kami menyaring 12 indikator SPM ada di dalamnya juga bisa kami maksimalkan," kata Nursaidah, Rabu (12/8/2026).

1. Hipertensi dan diabetes jadi perhatian

Ilustrasi Hipertensi (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Nursaidah mengatakan skrining PTM menjadi penting karena banyak masyarakat baru mengetahui kondisi kesehatannya setelah penyakit berkembang dan menimbulkan komplikasi. Menurutnya, hipertensi dan diabetes termasuk penyakit yang perlu dideteksi lebih awal melalui pemeriksaan kesehatan.

"Kami melihat kondisi-kondisi di rumah sakit, banyaknya pelayanan di rumah sakit itu bermula dari banyaknya pasien PTM atau penyakit tidak menular yang tidak terkonfirmasi awal sehingga jatuh pada komplikasi berat," tuturnya.

Karena itu, CKG diharapkan dapat menjadi sarana deteksi dini. Masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum penyakit berkembang lebih parah.

2. Masyarakat masih takut menjalani skrining

Ilustrasi cek kesehatan (Dok. IDN Times/istimewa)

Nursaidah mengakui salah satu kendala dalam pelaksanaan skrining adalah masih adanya masyarakat yang takut mengetahui hasil pemeriksaan. Menurutnya, sebagian warga memilih tidak menjalani pemeriksaan karena khawatir akan mengetahui dirinya memiliki penyakit tertentu.

"Nah, salah satu manfaat CKG adalah itu skrining, cuma memang kendala masyarakat adalah takut melaksanakan skrining karena takut diketahui penyakitnya," katanya.

Dinkes Makassar kemudian mendorong seluruh puskesmas untuk menggencarkan promosi kesehatan dan edukasi kepada masyarakat. Edukasi tersebut mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan secara rutin.

3. CKG diintegrasikan dengan tracing TBC

ilustrasi cek kesehatan paru-paru (dok. Istimewa)

Selain mendeteksi PTM, CKG juga diintegrasikan dengan program tracing TBC. Program tersebut saat ini sedang digencarkan Pemkot Makassar.

Tracing TBC dan CKG dilaksanakan di 339 titik yang tersebar di 153 kelurahan se-Kota Makassar. Kegiatan tersebut berlangsung mulai Agustus hingga November 2026.

Setiap titik ditargetkan menyasar 100 masyarakat untuk menjalani skrining. Dengan demikian, total sasaran yang diproyeksikan mencapai sekitar 33.900 orang.

Nursaidah mengatakan seluruh puskesmas dikerahkan untuk mengejar target tersebut. Puskesmas diminta berperan aktif dalam pelaksanaan program.

"Intinya di semua kelurahan 153 itu bergerak bersama mulai dari hari Senin kemarin. Kita bergerak bersama untuk bagaimana 339 ini bisa kita capai di bulan November," katanya.

4. CKG menyasar masyarakat dari bayi hingga lansia

Ilustrasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Dinkes Makassar juga memaksimalkan jejaring fasilitas kesehatan untuk memperluas cakupan CKG. Nursaidah menyebut pemeriksaan tersebut dapat menyasar masyarakat mulai dari bayi baru lahir hingga kelompok usia lanjut.

Dinkes berkolaborasi dengan 51 rumah sakit. Kolaborasi juga melibatkan 220 klinik pratama dan utama serta 88 dokter praktik perorangan mandiri.

"Bagaimana Cek Kesehatan Gratis ini yang dimulai dari usia 0 bulan sampai dengan 60 tahun ke atas," katanya.

Menurutnya, masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan tersebut akan diarahkan untuk memanfaatkan layanan CKG di puskesmas. Dinkes berharap perluasan CKG dapat meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit sekaligus mendorong masyarakat tidak menunggu sampai mengalami gejala berat atau komplikasi untuk memeriksakan kesehatan.

"Karena lebih cepat mengetahui ada penyakit lebih baik dibanding jatuh ke arah komplikasi," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article