Makassar, IDN Times - Gugus Tugas COVID-19 Sulawesi Selatan tidak lagi memetakan penyebaran kasus virus corona berdasarkan klaster. Juru Bicara Gugus Tugas, Prof Syafri Kamsul Arif mengatakan, klasterisasi hanya berlaku pada awal penyebaran virus atau di awal pandemik.
Menurut Kamsul, klaster tidak bisa lagi dijadikan tolok ukur pada kondisi saat ini, dengan jumlah kasus yang terus bertambah.
"Sekarang ini sebetulnya bukan lagi klaster, tapi sudah transmisi lokal. Kita tidak bisa lagi bedakan kluster. Karena ada saja, mungkin orang tanpa gejala tapi carrier (pembawa)," kata Syafri saat dikonfirmasi IDN Times, Rabu (24/6).
