Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Brutal! Geng Motor Menyerang di Tiga Lokasi di Makassar Pakai Busur
Ilustrasi. Barang bukti busur panah dari geng motor teror busur di Manggala, Makassar. (Istimewa)
  • Tiga warga Makassar terluka parah akibat serangan geng motor bersenjata busur di tiga lokasi berbeda pada dini hari, seluruh korban kini dirawat intensif di RS Daya Makassar.
  • Polisi memastikan akan menindak pelaku tanpa menunggu laporan resmi dan langsung menindaklanjuti setiap informasi untuk mencegah aksi kriminal jalanan serupa terulang kembali.
  • Polrestabes Makassar meningkatkan patroli di titik rawan pada jam malam serta mengimbau warga waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Teror geng motor bersenjata busur kembali menghantui warga Kota Makassar. Dalam rentang waktu hanya beberapa jam pada Minggu (5/4/2026) dini hari, tiga orang menjadi korban serangan brutal di lokasi berbeda dan kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

1. Satu kendaraan milik geng motor dibakar

Ilustrasi motor terbakar. (pixabay.com/djm24)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga korban saat ini dirawat di RS Daya Makassar akibat luka serius yang diderita. Aksi penyerangan terjadi hampir bersamaan di sejumlah titik. Korban pertama, berinisial MFW, diserang di Jalan AP Pettarani, tepatnya di depan Mi Gacoan.

Sementara korban kedua, SHR, mengalami luka busur di kawasan Jalan Sungai Saddang. Adapun korban ketiga, MAA, diserang di Jalan Sunu, depan SMK 5 Pembangunan.

Seluruh korban dilaporkan mengalami luka cukup parah akibat anak panah busur yang mengenai tubuh mereka.

Aksi ini diduga kuat dilakukan oleh kelompok geng motor yang beroperasi pada malam hingga dini hari, waktu yang kerap menjadi jam rawan kejahatan jalanan di Makassar.

2. Polisi kejar kawanan geng motor

Ilustrasi busur panah. Satpol PP Kota Makassar memperlihatkan sebuah anak panah atau busur yang diduga dilontarkan oleh manusia silver, Selasa (20/5/2025)/Istimewa

Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, mengatakan pihaknya masih mengecek apakah para korban telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi. Meski begitu, polisi memastikan tetap akan bergerak melakukan penindakan.

“Meski masih kami cek terkait laporan korban, kami tetap akan melakukan penindakan terhadap pelaku kriminal jalanan,” ujar Wahiduddin saat dikonfirmasi, Minggu.

Ia menegaskan, polisi tidak akan menunggu laporan resmi untuk bertindak. Setiap informasi yang masuk tetap akan ditindaklanjuti guna mencegah aksi serupa terulang.

“Tidak harus menunggu laporan. Informasi yang ada langsung kami tindaklanjuti dengan langkah pencegahan,” tegasnya.

3. Warga imbau melapor jika temukan hal mencurigakan

Ilustrasi. Anak panah atau busur yang menancap di motor korban/Istimewa

Sebagai langkah antisipasi, Polrestabes Makassar akan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan, khususnya pada jam-jam tengah malam hingga menjelang subuh.

“Patroli akan kami intensifkan di lokasi dan waktu yang rawan terjadi kejadian serupa,” jelasnya.

Polisi juga mengaku telah memetakan titik-titik yang sebelumnya menjadi lokasi penyerangan, dan akan meningkatkan kehadiran personel di wilayah tersebut. Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan membatasi aktivitas di luar rumah pada jam rawan.

“Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah saat dini hari,” kata Wahiduddin.

Warga juga diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan, seperti konvoi kelompok motor yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Segera laporkan jika menemukan hal mencurigakan agar bisa cepat kami tindaklanjuti,” pungkasnya.

Editorial Team