Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BMKG IV Makassar: Musim Hujan Tahun 2024 Lebih Singkat

BMKG IV Makassar: Musim Hujan Tahun 2024 Lebih Singkat
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar menunjuk perubahan cuaca. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)
Share Article

Makassar, IDN Times - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprakirakan, musim hujan tahun 2024 di wilayah Kota Makassar dan sekitar akan berlangsung lebih singkat.

Subkoordinator Pelayanan BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha mengatakan, musim hujan yang diprediksi berlangsung singkat di 2024 ini karena pengaruh dari El Nino.

"Pengaruh curah hujan tahun ini bisa akan singkat karena pengaruh fenomena el nino, beberapa bulan terakhir ini memang terjadi penurunan curah hujan seperti akhir tahun (2023) kemarin," kata Rizky Yudha kepada IDN Times Sulsel, Selasa (2/1/2024).

1. Musim hujan 2024 singkat, tidak sampai ekstrem

Ilustrasi hujan di kota (pixabay.com/Pexels)
Ilustrasi hujan di kota (pixabay.com/Pexels)

Berbeda dengan awal tahun lalu, musim hujan di tahun 2024 selain diprediksi akan singkat juga tidak sampai pada level ekstrem.

"Jadi musim hujan tahun ini bisa jadi lebih cepat durasinya. Tahun lalu ada fenomena la nina dan durasi musim hujan itu sampai bulan mei bahkan juni itu masih ada hujan, seharusnya musim kemarau itu," ujar Rizky.

"Makanya untuk musim pada hujan tahun ini relatif lebih singkat, tapi untuk update-nya untuk musim kemarau yang jelas akan kita sampaikan maret nanti," lanjutnya.

2. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada dasarian kedua

ilustrasi hujan (pexels.com/Vlad Chetan)
ilustrasi hujan (pexels.com/Vlad Chetan)

Sementara untuk prakiraan musim hujan tahun ini, prakirawan BMKG menyebutkan akan terjadi pada bulan Januari, tepatnya pada dasarian atau saat minggu kedua.

"Untuk dasarian puncak musim hujan itu diperkirakan terjadi di tanggal 11 sampai 20 Januari. Untuk (hujan) harian sendiri kami prediksi tanggal 3 besok ada peningkatan curah hujan meskipun hujan tidak sampai kategori lebat dan ekstrem," jelas Rizky.

3. Potensi bencana hidrometeorologi tetap diwaspadai

ilustrasi hujan deras (pixabay.com/adege)
ilustrasi hujan deras (pixabay.com/adege)

Untuk potensi bencana hidrometeorologi sendiri, Rizky Yudha menyatakan akan ada walau tidak se-ekstrem seperti tahun lalu. Tetapi dihimbau tetap untuk diwapadai.

"Bencana hidrometeorologi itu tetap untuk diwaspadai, meskipun potensi bencananya tidak sampai ekstrem seperti ditahun lalu. Itu lagi, tahun lalu kan la nina," ungkapnya.

Diketahui, bencana hidrometeorologi itu seperti banjir, longsor, puting beliung dan atau bencana berhubungan dengan air.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Polisi Tangkap Tiga Terduga Pelaku Penganiayaan Selebgram di Makassar

27 Jun 2026, 14:25 WIBNews