Ilustrai ajang lari. Makassar Half Marathon 2026. (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
Di balik hobinya mengikuti marathon ke berbagai daerah dan negara, Erpan tetap menjalankan bisnis retail handphone dan distributor AC. Ia mengaku terbantu dengan adanya tim dan karyawan yang membuat aktivitas bisnis lebih fleksibel.
Sebelum bepergian dalam waktu cukup lama, ia terlebih dahulu memberikan briefing dan membagi tugas kepada timnya. Biasanya, perjalanan ke luar negeri membutuhkan waktu setidaknya dua minggu karena sekaligus digabung dengan agenda liburan.
Meski berada di luar negeri, Erpan tetap memantau bisnisnya dari jarak jauh. Menurutnya, perkembangan teknologi dan internet membuat pekerjaan tetap bisa dikendalikan meski tidak berada di lokasi.
“Alhamdulillah kita wirausaha, ada tim dan karyawan yang mungkin lebih fleksibel. Sebelum pergi kita briefing, manajemennya diatur. Dari luar negeri tetap kita pantau karena sekarang internet sudah serba ada,” ungkapnya.
Urusan keluarga pun menjadi bagian dari persiapan. Erpan mengaku hampir selalu membawa istrinya saat bepergian ke luar negeri meski sang istri tidak ikut berlari.
Baginya, kehadiran pasangan justru membantu selama mengikuti marathon, terutama dalam mengatur makanan, waktu istirahat, dan kebutuhan lainnya.
“Saya tipe orang yang ke mana-mana suka bawa istri. Walaupun istri sebenarnya tidak ikut marathon. Kalau bawa pasangan, kita lebih terbantu, mereka bisa bantu mengatur,” katanya.
Erpan juga menilai pola istirahat tidak kalah penting dari latihan. Semakin dekat dengan race, latihan biasanya semakin intens sehingga harus diimbangi dengan istirahat yang cukup.
Ia berharap tren olahraga lari yang semakin berkembang di Indonesia terus menjadi gerakan positif. Namun, ia mengingatkan pelari agar tidak sekadar FOMO dan memaksakan diri mengikuti race tanpa persiapan.
“Pelari sekarang kadang FOMO, ikut saja belum sesuai standar kemampuan dan latihannya. Ketika terjadi heatstroke atau cedera, panitia harus lebih sigap,” ujarnya.
Menurutnya, bertambahnya usia justru menjadi alasan untuk terus menjaga kebugaran.
“Dengan umur yang semakin menua, sehat itu tujuan utama. Kalau body goals lebih baik itu bonus. Kalau semakin tua tapi performa semakin bagus, itu bonus plus kebanggaan,” ucapnya.