Ilustrasi menyetor uang jaminan (IDN Times/Arief Rahmat)
Berdasarkan jenisnya, dugaan pelanggaran paling banyak adalah:
1. Politik uang (21 kasus)
Kasus ini tersebar di 10 kabupaten/kota yakni Soppeng 2 laporan, Enrekang 2 laporan, Wajo 2 laporan, Pinrang 1 laporan, Luwu Timur 2 laporan dan 3 temuan, Bulukumba 4 laporan, Sidrap 1 laporan, Sinjai 1 temuan, Bone 1 laporan, dan Gowa 2 laporan.
2. Pelanggaran kampanye di luar jadwal (4 kasus)
Kasus ini terjadi Bantaeng 1 laporan, Pinrang 2 laporan, dan Bulukumba 1 laporan.
3. Pelanggaran administrasi (2 kasus)
Masing-masing dilaporkan di Maros 1 laporan dan Parepare 1 laporan.
4. Pelanggaran terhadap UU Lainnya (21 kasus)
Enrekang menjadi daerah dengan kasus terbanyak untuk kategori ini dengan 6 laporan. Kemudian, tingkat Provinsi 4 laporan, Soppeng 1 laporan, Takalar 1 laporan, Luwu Timur 1 laporan, Luwu 3 laporan, Parepare 1 laporan, Bone 1 laporan, Gowa 3 laporan.
5. Pelanggaran pidana (6 kasus)
Persebarannya di tingkat Provinsi 2 laporan, Soppeng 1 laporan, Parepare 2 laporan, dan Gowa 1 laporan.
6. Pelanggaran etik (1 kasus)
Dilaporkan di Kabupaten Enrekang.