Gorontalo, IDN Times - “Masjid tadi sudah umumkan ada banjir,” ujar Asna Kaaba, salah seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Mendengar kabar demikian, Asna dan keluarga segera mengevakuasi seluruh perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi.
Sejak Jumat (24/7/2020) siang tadi, debit air naik di bendungan Sungai Bone di Desa Alale, Kecamatan Suwawa Tengah. Bendungan Alale itu menjadi sinyal bahaya bagi warga Kota Gorontalo di sekitar bantaran Sungai Bone. Apalagi sejak Kamis kemarin, Kota Gorontalo diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
“Ini kita sudah angkat semua perabotan di situ, biar tidak basah,” ujar Asna sembari mengangkat beberapa perlengkapan dapur, Jumat.
Tak hanya Asna, warga di sekitar bantaran Sungai Bone juga berbondong-bondong mengevakuasi seluruh perabotan rumah sebelum air menggenang. Bahkan beberapa orang lainnya harus menggantung perabotan di teras rumah demi menghindari banjir.
